Jakarta (19/08) — Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Dr. KH.Ahmad Heryawan, Lc., M.Si menegaskan pentingnya perhatian serius pemerintah terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah perbatasan Indonesia. Paradigma lama yang memandang kawasan perbatasan sebagai wilayah belakang sudah tidak relevan lagi. Akan tetapi, saat ini kawasan perbatasan adalah wilayah terdepan yang menjadi wajah bangsa di hadapan negara tetangga.
“Pemerintah harus lebih intens dan
masif dalam melanjutkan pembangunan di kawasan perbatasan. Tidak boleh lagi ada stigma keterbelakangan. Sebaliknya, daerah perbatasan harus tampil sebagai beranda terdepan NKRI yang sejahtera, maju, dan membanggakan” ungkap Kang Aher di Kompleks Parlemen, Senayan.
Lebih jauh, mantan Gubernur Provinsi Jawa Barat dua periode ini menekankan
bahwa pembangunan di wilayah perbatasan tidak hanya sebatas infrastruktur dasar, tetapi juga terkait peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Oleh karena itu, pemerintah pusat perlu fokus mendorong tumbuhnya produk unggulan lokal agar dapat menembus pasar ekspor.
“Produk-produk lokal dari kawasan perbatasan punya potensi besar. Bila diekspor, masyarakat akan semakin percayadiri dan tidak merasa terpinggirkan. Generasi muda perbatasan akan tumbuh dengan semangat berkontribusi nyata bagi bangsa sekaligus bertanggung jawab menjaga batas negara” tegas Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ini.
Terakhir, Anggota F-PKS DPR RI Periode 2024-2029 daerah pemilihan Jawa
Barat 2 ini menjelaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif akan menguatkan rasa nasionalisme masyarakat perbatasan. Keberhasilan menjaga
kedaulatan negara tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan masyarakat di garis terdepan. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi memperkuat kawasan wilayah perbatasan menjadi etalase kemajuan Indonesia dimata dunia.
“Ketika masyarakat sejahtera, rasa memiliki dan komitmen menjaga NKRI semakin kuat dan mengikat. Maka pemerintah
perlu memprioritaskan pembangunan ekonomi, pendidikan, dan digitalisasi dikawasan perbatasan.” Demikian tutup Kang Aher.