Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Refleksi Hari Anak Nasional 2025, Reni Astuti : Setiap Anak Bisa Hebat, Negara Harus Hadir

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (23/07) — Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional 2025, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Jawa Timur 1 (Surabaya–Sidoarjo), Reni Astuti, menekankan pentingnya komitmen penuh pemerintah dalam menjamin keberlangsungan Tri Pusat Pendidikan yang terdiri dari keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai ekosistem utama tumbuh kembang anak Indonesia.

Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema ‘Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045’ dengan tagline inspiratif ‘Anak Indonesia Bersaudara’.

Tema ini menegaskan pentingnya membentuk generasi anak yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya menuju 100 tahun Indonesia merdeka.

“Anak-anak kita adalah aset masa depan bangsa. Mereka membutuhkan ekosistem yang mendukung secara penuh, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat,” ujar Reni yang juga dikenal sebagai politisi perempuan sekaligus seorang ibu.

Reni mendorong pemerintah untuk lebih aktif dan konsisten dalam memastikan ketiga pusat pendidikan berfungsi secara optimal.

Ia menekankan bahwa dalam lingkungan keluarga, pemenuhan gizi seimbang dan kehangatan relasi harus menjadi prioritas.

“Gizi yang baik dan suasana keluarga yang harmonis akan sangat menentukan perkembangan psikologis dan fisik anak,” tegasnya.

Dalam konteks pendidikan formal, Reni meminta pemerintah menjamin pemerataan akses pendidikan.

Menurutnya, tidak boleh ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal atau tidak bisa sekolah karena alasan ekonomi, geografis, atau sosial.

“Pendidikan adalah hak dasar anak. Pemerintah harus hadir dan memastikan semua anak Indonesia mendapat pendidikan yang layak dan merata,” lanjutnya.

Sementara itu, di lingkungan masyarakat, Reni menyoroti pentingnya rasa aman dan perlindungan terhadap anak, termasuk dari dampak negatif dunia digital.

Ia mendorong agar regulasi terhadap paparan konten digital berbahaya bagi anak segera diperkuat.

“Anak-anak hari ini sangat dekat dengan gawai dan media sosial. Tanpa regulasi yang ketat, mereka sangat rentan terpapar hal-hal negatif yang bisa merusak perkembangan moral dan mentalnya. Pemerintah harus segera hadir dalam merespon fenomena ini!”, ungkap Reni.

Menutup refleksinya, Reni menyampaikan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak hari ini.

Karena itu, pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat harus berjalan beriringan dalam menciptakan lingkungan terbaik untuk anak-anak Indonesia.

“Menjaga anak-anak hari ini, berarti menjaga Indonesia esok hari. Semoga Hari Anak Nasional ini menjadi momentum untuk kita semua memperkuat kolaborasi dalam menciptakan generasi hebat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.