Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Anggota FPKS : Pemanfaatan Energi Tepat Guna Demi Keberlangsungan Masa Depan Anak Bangsa

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (11/11) — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Jalal Abdul Nasir, Ak., mengajak masyarakat dan Pemerintah agar bersama dalam menggunakan sumber energi bangsa untuk mendukung lingkungan sehat dan jangka panjang.

Pemanfaatan energi yang tepat guna dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam penggunaannya, kata pria yang akrab disapa Haji Jalal, adalah aspek penting dalam mencapai efisiensi energi dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang tidak ramah lingkungan.

“Pemanfaatan energi tepat guna berarti menggunakan energi sesuai kebutuhan, mengurangi pemborosan, dan memilih sumber energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ungkap Haji Jalal.

Beberapa langkah yang dapat diterapkan, imbuhnya, meliputi Pertama, Efisiensi Energi pada Rumah Tangga dan Industri.

“Penggunaan peralatan hemat energi, seperti lampu LED dan peralatan listrik yang bersertifikat hemat energi, dapat mengurangi konsumsi listrik. Di sektor industri, penerapan teknologi efisiensi energi dan pemanfaatan sistem manajemen energi dapat membantu menurunkan penggunaan energi secara signifikan,” terang Anggota Komisi VII DPR RI ini.

Kedua, lanjut Haji Jalal, Penggunaan Energi Terbarukan. Memanfaatkan energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi karbon.

“Dalam beberapa wilayah, masyarakat telah didorong untuk memasang panel surya dan menggunakan teknologi energi terbarukan lainnya,” pungkasnya.

Ketiga, kata Haji Jalal, Kampanye Kesadaran Masyarakat. Peningkatan kesadaran mengenai dampak pemakaian energi yang berlebihan dan pentingnya efisiensi energi menjadi hal penting.

“Pemerintah dan berbagai lembaga telah mengadakan kampanye, edukasi publik, dan pelatihan terkait cara-cara hemat energi di rumah dan tempat kerja,” jelasnya.

Keempat, imbuhnya, Kebijakan dan Insentif Pemerintah. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian ESDM, telah menetapkan berbagai kebijakan dan insentif untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan efisiensi energi.

“Salah satu contohnya adalah Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), yang memberikan porsi besar pada pengembangan energi baru terbarukan,” ujar Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VII ini.

“Kesadaran yang meningkat mengenai manfaat efisiensi energi diharapkan tidak hanya menghemat biaya bagi masyarakat dan industri tetapi juga membantu mencapai target pengurangan emisi nasional serta berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan,” tutup Haji Jalal.