Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Peringati Maulid di Hari Sumpah Pemuda, HNW Ingatkan Kaum Perempuan Ambil dan Berikan Hikmahnya

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

 

Jakarta (30/10) — Anggota DPR yang juga Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, mengingatkan kaum perempuan, baik kaum ibu maupun pemudi, untuk tak hanya memperingati tetapi mengambil hikmah agar dapat melanjutkan peran kontributif kaum perempuan yang telah tercatat sepanjang sejarah Islam maupun sejarah Republik Indonesia.

“Bersama momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan peringatan Sumpah Pemuda pada hari ini, semakin penting kita mendalami dan meneladani ajaran dan kiprah kaum perempuan bagi kemajuan umat dan bangsa. Itu semuanya tercatat dengan tinta emas semenjak masa Rasulullah SAW hingga masa perjuangan kemerdekaan negeri ini,” demikian disampaikan Hidayat secara virtual dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berbarengan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda, oleh Kajian Muslimah Masjid Raya Al Ittihaad, pada hari Kamis (28/10) di Tebet, Jakarta Selatan.

Acara tersebut juga diisi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan, dan Da’i Nasional Das’ad Latif.

Dalam sambutannya kepada ribuan ibu-ibu yang berasal dari berbagai majelis taklim Jakarta Selatan ini, Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri yang biasa dipanggil HNW ini menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda merupakan inspirasi bagi seluruh anak bangsa, tidak terkecuali bagi kaum perempuan termasuk Muslimah nya.

“Maka di saat kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda hari ini, penting kita mengambil hikmahnya dengan mengingat kembali sejarah peristiwa Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928 tersebut yang menginspirasi diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 dengan semangat dan komitmen kebangsaan yang sama. Dan di dalam dua peristiwa fenomenal itu, partisipasi elemen umat Islam sangat nyata dengan hadirnya Jong Islamieten Bond di Kongres Pemuda dan sejumlah tokoh dari ormas keperempuanan Islam di Kongres Perempuan Indonesia, yang tentunya ini membuktikan komitmen mereka sebagai umat Islam yang meneladani dan menjalankan ajaran Rasulullah SAW yang cinta kemajuan negerinya dan peduli dengan perjuangan bersama masyarakat,” ungkap HNW.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini menegaskan bahwa peranan kaum perempuan muslimah tersebut tidak lain merupakan kesinambungan dari peranan historis kaum perempuan di masa Rasulullah SAW.

“Dengan kita memperingati Maulid, maka kita juga berkomitmen meneladani kepribadian dan perilaku Nabi Muhammad SAW, tidak terkecuali peran luhur beliau dalam memberikan ruang bagi kaum perempuan untuk berdaya dan berkarya. Sebagaimana kita lihat peranan Khadijah RA dalam mendukung dakwah Rasulullah SAW di Mekah. Kemudian peranan Aisyah RA yang sangat krusial di tengah umat Islam pasca hijrah ke Madinah, dimana beliau menjadi tokoh sentral bagi perkembangan keilmuan dan tradisi keislaman, dari ibadah, akhlak, sosial, budaya, kesehatan, bahkan di periode berikutnya beliau ikut berupaya menghadirkan islah antara sesama umat Islam. Begitu pula peran penting Ummu Salamah RA, yang dengan saran konstruktif beliau kepada Rasulullah SAW telah berhasil memecahkan kebekuan di antara kaum muslimin pasca Perjanjian Hudaibiyah,” jelas HNW.

Oleh karenanya HNW mengajak kepada seluruh elemen umat Islam, terutama kaum perempuan, untuk melanjutkan sejarah emas kontribusi kaum perempuan muslimah bagi umat dan bangsa.

“Dengan kedudukan terhormat yang disebutkan oleh Rasulullah SAW bahwa Islam menghormati kaum Perempuan lebih unggul tiga kali di atas laki-laki, dan di tengah memburuknya kondisi sosial kemasyarakatan akibat dampak negatif dari Covid-19, maka makin penting kita meneladani dan mencintai RasuluLlah SAW dengan melanjutkan kiprah sejarah emas kaum perempuan yang unggul dalam iman, ilmu, dan amalnya.

Agar peran istimewa kaum muslimat dan mukminat, dalam berkontribusi menghadirkan umat Islam yang solutif, sebagai khairu ummah (umat terbaik), dan rahmatan lil ‘alamin, selalu bisa diwujudkan,” tutup HNW.