Mojokerto (01/10) — Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII Fraksi PKS, Meitri Citra Wardani, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap VII di lingkungan kampus Universitas Bina Sehat (UBS) PPNI Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (29/09).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam kegiatan tersebut, Meitri menyampaikan pentingnya memahami dan mengimplementasikan Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya diperoleh secara teoretis, tetapi juga perlu diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Meitri menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah perkembangan teknologi, arus informasi yang semakin cepat, serta berbagai tantangan sosial yang dapat memengaruhi kehidupan generasi muda.
Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tetap menjunjung tinggi nilai Pancasila, toleransi, gotong royong, serta semangat kebangsaan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan dialog bersama peserta. Berbagai pandangan dan aspirasi mahasiswa turut menjadi bagian dari diskusi, terutama berkaitan dengan tantangan generasi muda, pendidikan, kehidupan sosial, serta bagaimana nilai-nilai kebangsaan dapat diterapkan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap VII ini, Meitri berharap mahasiswa UBS PPNI Mojokerto semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta berkontribusi secara positif dalam pembangunan bangsa.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi mampu bersikap kritis, bertanggung jawab, dan menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai landasan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.