Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Rizal Bawazier Soroti Integrasi KAI-INKA hingga Layanan Penumpang

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (26/09) — Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Rizal Bawazier, meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan kepastian terkait integrasi KAI dengan PT Industri Kereta Api (INKA). Hal tersebut disampaikan Rizal dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama jajaran terkait di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (23/09).

Rizal mempertanyakan sejauh mana rencana integrasi KAI dan INKA yang sebelumnya telah beberapa kali dibahas. Menurutnya, perlu ada kejelasan mengenai timeline pelaksanaan integrasi, sehingga rencana tersebut tidak berhenti pada pembahasan.

“Kapan ini ada integrasi antara KAI dengan INKA? Kita kan sudah bahas beberapa kali itu, Pak. Apakah ada timeline dari antara mengenai hal ini?” ujar Rizal.

Selain mempertanyakan kepastian integrasi KAI dan INKA, Rizal juga menyoroti adanya persoalan pada kereta rel listrik (KRL) yang diproduksi oleh INKA hingga menyebabkan terjadinya recall. Ia mempertanyakan bagaimana persoalan tersebut dapat terjadi, mengingat proses produksi kereta telah melalui spesifikasi dan melibatkan tenaga ahli.

“Tidak mungkin secara logikanya sudah ada spesifikasi. Tapi ini kan sudah banyak orang-orang ahli. Ada pasti spesifikasi kereta yang akan dibuat atau di-report. Ini satu hal yang aneh,” katanya.

Rizal kemudian menyoroti kondisi kepadatan penumpang yang ditampilkan dalam rapat. Ia menilai persoalan kenyamanan dan kapasitas penumpang perlu mendapat perhatian serius agar kondisi serupa tidak kembali terjadi.

“Kita mau sampaikan juga, kita masih negara Asia Tengah, malu kita, Pak, sebagai wakil rakyat. Kalau ditanya, kok begitu sih? Masih seperti itu terus.”

Ia meminta manajemen KAI memberikan target yang jelas mengenai kapan persoalan kepadatan penumpang dapat diatasi. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa peningkatan layanan transportasi kereta api benar-benar dapat dirasakan.

“Kapan itu tidak akan terjadi lagi? Kasih waktu. Di sini aja, Pak, nanti jawab. 2027, 2028 nanti kan kita bisa. Jangan sampai ada seperti itu lagi. Malu kita, Pak.”

Di sisi lain, Rizal menyampaikan aspirasi masyarakat Kota Pekalongan terkait penghentian perjalanan KA Anggrek di Stasiun Pekalongan. Ia menyebut sejak Februari 2025 kereta tersebut tidak lagi berhenti di Pekalongan, sementara masyarakat masih membutuhkan akses tersebut.

Rizal meminta KAI mempertimbangkan kembali pemberhentian KA Anggrek di Pekalongan, meskipun hanya untuk beberapa menit. Menurutnya, Pekalongan memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.

“Dari masyarakat Kota Pekalongan, Pak. Mohon 10 menit berhenti. Kalau terlalu lama, 2 menit nggak apa-apa lah. Yang penting berhenti.”

Ia berharap kebutuhan mobilitas masyarakat dapat menjadi pertimbangan dalam evaluasi pola pemberhentian kereta api, sehingga peningkatan layanan tidak hanya berorientasi pada kecepatan perjalanan, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.