Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Atasi Masalah Sampah Cikarang, Aleg PKS Jalal Dorong Sampah Dikelola dari Rumah

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (24/09) — Pengelolaan sampah berbasis warga didorong Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Jalal Abdul Nasir, saat menerima aspirasi tokoh masyarakat Taman Sentosa, Cikarang, dalam Hari Aspirasi di Fraksi PKS DPR RI, Selasa (22/9/2026).

Aspirasi disampaikan Taufik bersama Agus, Tri W., Fahmi, Evan, Kadar, dan Dadan. Kebutuhan akan sistem pengelolaan sampah yang mandiri, terintegrasi, dan melibatkan warga menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan, pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada pengangkutan ke tempat pembuangan. Pemilahan dari rumah, pengolahan sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatannya dinilai perlu diperkuat agar lingkungan lebih bersih dan memberi nilai tambah bagi warga.

Sebagai tindak lanjut, rencana studi banding ke RT 008/RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, diarahkan Jalal sebagai langkah awal. Kawasan tersebut dipilih sebagai referensi karena pengelolaan lingkungan berbasis warga telah dikembangkan melalui pemilahan sampah, komposter, maggot, dan penghijauan.

Praktik lain seperti urban farming, kolam gizi, pemanfaatan ruang terbatas, serta layanan lingkungan berbasis teknologi juga akan dipelajari. Pola tersebut nantinya tidak akan disalin mentah, melainkan disesuaikan dengan kondisi lahan, kebutuhan, dan kemampuan masyarakat Taman Sentosa.

Menurut Jalal, perubahan perlu dimulai dari skala lingkungan terkecil dengan membangun kesadaran bersama. Sampah diharapkan tidak hanya dipandang sebagai persoalan, tetapi dapat dikelola menjadi sumber manfaat bagi kebersihan, kesehatan, ketahanan pangan, dan ekonomi masyarakat.

Melalui tindak lanjut tersebut, konsep pengelolaan sampah mandiri di Taman Sentosa diharapkan dapat disusun secara bertahap, realistis, dan berkelanjutan. Manfaatnya diarahkan tidak hanya pada kebersihan, tetapi juga kesehatan lingkungan, ketahanan pangan, serta peluang nilai ekonomi dari sampah.