Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

SMK Go Global Dapat Rp3,2 Triliun, Ru’yat Dorong Pelatihan Terkoneksi dengan Pasar Kerja Dunia

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (22/09) — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Achmad Ru’yat menyoroti penguatan Program SMK Go Global sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia sekaligus memperluas akses generasi muda terhadap pasar kerja internasional.

Hal tersebut disampaikan Ru’yat dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-6 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/09/2026).

Ru’yat menjelaskan, anggaran Program SMK Go Global meningkat signifikan dari sekitar Rp1,605 triliun pada 2026 menjadi Rp3,2 triliun pada 2027. Kenaikannya mencapai sekitar Rp1,595 triliun atau 99,34 persen. Pada 2027, program tersebut menargetkan peningkatan kompetensi bagi 140 ribu calon pekerja migran Indonesia.

“Komisi IX bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran telah menyepakati anggaran untuk Program SMK Go Global. Kita berharap peserta mendapatkan pelatihan yang benar-benar meningkatkan kompetensinya dan terkoneksi dengan kebutuhan pasar kerja di berbagai negara,” kata Ru’yat.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya ditujukan bagi lulusan SMK. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan penyiapan 500 ribu calon pekerja migran pada periode 2026–2029, sekitar 300 ribu di antaranya berasal dari lulusan SMK dan 200 ribu dari masyarakat umum.

Ru’yat menekankan besarnya alokasi anggaran harus dibarengi dengan kualitas pelatihan dan keterhubungan yang kuat dengan kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan.

“Para peserta harus dipersiapkan dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan. Kita punya peluang di Jepang, Korea, negara-negara Eropa, Timur Tengah, dan berbagai negara lainnya. Jadi pelatihannya harus benar-benar terkoneksi dengan peluang kerja yang tersedia,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat V tersebut.

Untuk 2027, sekitar Rp3,064 triliun dari paket SMK Go Global dialokasikan bagi peningkatan kapasitas dan kompetensi 140 ribu calon pekerja migran. Secara matematis, alokasi tersebut setara sekitar Rp21,89 juta per peserta, meski angka tersebut bukan standar biaya resmi karena kebutuhan pelatihan dapat berbeda berdasarkan kompetensi maupun negara tujuan.

Ru’yat juga mengingatkan keberhasilan SMK Go Global tidak semestinya berhenti pada banyaknya peserta yang mengikuti pelatihan. Program harus mampu menjembatani peserta menuju sertifikasi, pencocokan dengan lowongan, kontrak kerja, hingga penempatan yang aman dan prosedural.

“Anggarannya besar dan pesertanya juga besar. Karena itu yang kita harapkan bukan sekadar selesai pelatihan, tetapi bagaimana kompetensi itu membuka jalan menuju pekerjaan. Ini kesempatan bagi anak-anak muda kita, termasuk Gen Z yang sangat potensial, untuk meningkatkan kapasitas sekaligus membangun masa depan,” tegas Ru’yat.

Ia pun mendorong masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan Program SMK Go Global dan mengikuti informasi pendaftaran resmi melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.