Jakarta (10/09) — Penguatan peta jalan pengelolaan sampah nasional didorong Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Jalal Abdul Nasir, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Pelaksana Tugas Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun, Senin (7/9/2026).
Dalam rapat tersebut, target pengelolaan sampah dinilai perlu disusun dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran, infrastruktur, sumber daya manusia, serta kemampuan pemerintah daerah. Dengan perencanaan yang terukur, target nasional diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pengalaman pendampingan sejumlah bank sampah di Bekasi turut disampaikan Jalal. Operasional pengelolaan sampah berbasis masyarakat dinilai masih membutuhkan dukungan, tidak hanya melalui peningkatan kesadaran warga, tetapi juga penguatan pembiayaan agar kegiatan dapat terus berjalan.
Menurut Legislator PKS tersebut, penyelesaian persoalan sampah perlu dilakukan secara terintegrasi. Pengurangan dari sumber, bank sampah, fasilitas pengolahan terpadu, pemanfaatan bahan bakar berbasis sampah, hingga teknologi pengolahan menjadi energi perlu ditempatkan sebagai satu rangkaian yang saling mendukung.
Pemanfaatan teknologi sampah menjadi energi diapresiasi sebagai salah satu bagian dari solusi. Namun, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman bahwa persoalan persampahan tetap membutuhkan pengelolaan sejak dari rumah tangga agar beban pada fasilitas pengolahan akhir dapat dikurangi.
Penyusunan peta jalan yang lebih realistis pun diusulkan Jalal Abdul Nasir agar dapat menjadi komitmen bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga lingkungan rukun tetangga dan rukun warga. Pembagian peran yang jelas dinilai penting agar pelaksanaannya dapat dievaluasi secara transparan.
Melalui kolaborasi tersebut, sistem pengelolaan sampah diharapkan semakin efektif sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Lingkungan yang lebih bersih, penguatan ekonomi dari bank sampah, serta tumbuhnya kebiasaan memilah sampah diharapkan dapat diwujudkan secara konsisten.