Jakarta (14/08) — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur I, Reni Astuti, memberikan catatan kritis terhadap Pidato Kenegaraan Presiden terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2027. Pernyataan tersebut disampaikannya pada sesi PKS Legislative Report jelang Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI yang diselenggarakan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (14/8).
Meski mengapresiasi substansi pidato yang dinilai cukup baik terkait pengelolaan sumber daya alam dan infrastruktur, Reni secara khusus menyoroti absennya komitmen pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan pendidik.
“Hanya saya sebagai anggota Komisi 10 tadi sebenarnya menunggu-nunggu terkait dengan keberpihakan pemerintah di R-APBN 2027 terkait dengan kesejahteraan guru. Nah, ini yang tadi belum terlihat di situ,” ujar Reni.
Lebih lanjut, Reni mengingatkan jajaran Kabinet Merah Putih untuk menjaga akuntabilitas publik dengan bersikap terbuka terhadap kritik dan evaluasi dari masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban mutlak untuk melindungi dan membela rakyat.
“Dalam capaian saat ini jika masih ada yang kurang, pemerintah siap untuk dikoreksi, pejabat siap untuk dikoreksi,” tegasnya. Reni menilai bahwa koreksi publik yang direspons secara positif akan melahirkan kepercayaan masyarakat, di mana hal tersebut merupakan modal sangat besar untuk mencapai target-target pembangunan nasional.
Mengakhiri keterangannya dalam menyambut perayaan kemerdekaan, Reni memberikan pesan optimisme kepada generasi muda yang memegang peran vital dalam kontribusi bonus demografi bangsa. Ia memastikan bahwa parlemen akan terus mengawal dan mendukung penuh inovasi anak muda.
“Masa depan Indonesia ada di anak-anak muda, semangat untuk terus mencapai cita-citanya. Gali potensi dengan semaksimal mungkin. DPR RI tentu akan memberikan dukungan yang besar terhadap segala bentuk potensi yang ada di anak-anak muda juga di berbagai bidang, sains, ilmu pengetahuan, kemudian di olahraga dan budaya,” pungkas Reni sekaligus menutup sesi wawancara.