Padang (31/07) — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Nevi Zuairina, menghadiri dua agenda pembinaan kader PKS di Sumatera Barat, yakni Latansa (Pelatihan Perempuan Siaga) bagi kader perempuan dan Kembara (Kemah Bakti Nusantara) bagi kader laki-laki. Kedua kegiatan tersebut merupakan agenda yang berbeda, baik dari sisi waktu maupun lokasi pelaksanaan, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu memperkuat kualitas sumber daya kader melalui pembinaan yang menyeluruh.
Dalam kesempatan tersebut, Nevi menegaskan bahwa penguatan kapasitas kader tidak cukup hanya melalui pembinaan pemikiran dan spiritual, tetapi juga harus disertai pembentukan karakter, ketahanan fisik, mental, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat.
Menurut politisi PKS asal Sumatera Barat II ini, Latansa menjadi ruang pembinaan bagi kader perempuan agar tumbuh sebagai pribadi yang tangguh, disiplin, dan siap menjalankan peran strategis dalam keluarga maupun masyarakat. Sementara itu, Kembara menjadi wahana pembentukan karakter kader laki-laki melalui semangat kebersamaan, kepemimpinan, pengabdian, dan ketangguhan menghadapi dinamika zaman.
“Baik Latansa maupun Kembara merupakan ikhtiar membangun kader yang kuat secara jasmani dan kokoh secara rohani. Kader PKS harus menjadi pribadi yang siap hadir ketika keluarga, masyarakat, dan bangsa membutuhkan kontribusi terbaiknya,” ujar Nevi.
Ia menambahkan, perubahan sosial, perkembangan ekonomi, hingga tantangan lingkungan menuntut hadirnya kader yang memiliki daya tahan, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta semangat melayani. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi investasi penting dalam melahirkan kader yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Sebagai anggota DPR RI, Nevi juga menilai bahwa berbagai kebijakan yang berpihak kepada perempuan, keluarga, anak, petani, nelayan, serta kesejahteraan masyarakat akan semakin efektif apabila didukung oleh kader-kader yang aktif bergerak di tengah masyarakat. Sinergi antara perjuangan di parlemen dan kerja nyata di akar rumput menjadi modal penting untuk menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh rakyat.
Nevi berharap seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan, menjaga disiplin, mempererat ukhuwah, serta membawa semangat pengabdian ketika kembali ke daerah masing-masing.
“Saya berharap seluruh peserta, baik Latansa maupun Kembara, pulang dengan semangat baru untuk mengabdi. Semoga lahir kader-kader yang semakin tangguh, peduli, berakhlak, dan siap menjadi pilar ketahanan keluarga, umat, serta bangsa menuju Indonesia yang lebih berkah,” tutup Nevi Zuairina.