Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Terima Audiensi ANRI, Fraksi PKS Sambut Gagasan Integrasi Arsip Nasional ke Kurikulum Sejarah

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (04/07) — Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, menerima kunjungan audiensi Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito beserta jajaran di Ruang Rapat Pimpinan Fraksi PKS DPR RI, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7). Pertemuan tersebut membahas rencana integrasi arsip nasional ke dalam pembelajaran sejarah di sekolah sebagai upaya memperkuat literasi sejarah generasi muda.

Dalam audiensi tersebut, Ledia menyambut baik gagasan ANRI yang ingin menghadirkan arsip sebagai sumber belajar yang lebih dekat dengan siswa melalui pendekatan digital dan pembelajaran yang interaktif. Menurutnya, sejarah akan lebih mudah dipahami apabila disajikan melalui sumber primer yang autentik dan dikemas sesuai karakter generasi saat ini.

“Pendekatan yang paling nempel memang kepada anak-anak sekolah, tetapi gaya belajar anak-anak sekarang sudah berbeda. Karena itu kita perlu memikirkan cara-cara yang lebih kreatif agar sejarah menjadi hidup dan menarik, dengan sumber yang valid dari Arsip Nasional,” ujar Anggota Komisi X DPR RI tersebut.

Ledia menilai kekayaan arsip nasional tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen yang tersimpan di rak penyimpanan, melainkan harus menjadi pengetahuan yang dapat diakses luas oleh masyarakat. Ia bahkan mengusulkan agar arsip dimanfaatkan melalui berbagai media interaktif, termasuk teknologi kecerdasan buatan (AI), lomba literasi, hingga kolaborasi dengan Badan Bahasa agar siswa dapat mengembangkan narasi dari foto-foto dan dokumen sejarah.

“Arsip Nasional jangan sampai hanya dipersepsikan sebagai gudang dokumen lama. Di dalamnya tersimpan pengetahuan yang luar biasa. Kalau kita bisa mengangkatnya menjadi pembelajaran yang menarik, anak-anak akan memahami sejarah dari sumber yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala ANRI, Mego Pinandito, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan program integrasi arsip ke pembelajaran sejarah, khususnya di tingkat SMA. Arsip akan dikurasi secara tematis dan disajikan dalam berbagai format, mulai dari dokumen, foto, audiovisual hingga pameran digital yang dapat diakses melalui platform pembelajaran.

“Kami ingin arsip-arsip yang berisi sejarah perjuangan bangsa, budaya, dan perjalanan Indonesia dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat. Salah satu cara tercepat adalah mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran sejarah di sekolah dengan model yang lebih menarik bagi siswa,” ujar Mego.

Ia menambahkan, ANRI juga tengah menyiapkan program crowdsourcing yang melibatkan masyarakat untuk ikut menarasikan arsip-arsip sejarah sehingga pemanfaatannya semakin inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Audiensi tersebut juga membuka peluang kolaborasi lanjutan antara ANRI, Komisi X DPR RI, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Bahasa, BRIN, dan Perpustakaan Nasional, guna memperkuat ekosistem literasi sejarah berbasis arsip bagi generasi muda Indonesia.