Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Hamid Noor Yasin Soroti Darurat Sedimentasi Waduk Gajah Mungkur, Desak Penanganan Sebelum Terlambat

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (03/06) — Hamid Noor Yasin, Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKS, kembali mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU), tentang kondisi kritis Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri.

Dalam rapat kerja dengan Menteri PU, politisi senior PKS itu menyampaikan aspirasi mendesak bahwa heroisme warga transmigrasi bedol desa yang penuh pengorbanan jangan berakhir sia-sia karena derasnya sedimentasi yang hanya menyisakan usia waduk sekitar 5–6 tahun lagi. Waduk yang dibangun pada era Presiden Soeharto tahun 1974 tersebut dibangun dalam rangka mengendalikan banjir Bengawan Solo yang kerap merendam Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, dan daerah-daerah hilir lainnya.

“Pak Menteri, ini perlu dilakukan kajian serius untuk mengatasi sedimentasi yang membuat kondisi waduk semakin kritis dan parah. Saat ini Waduk Gajah Mungkur (WGM) berfungsi untuk irigasi, PLTA, pengendali banjir, dan pertumbuhan ekonomi di sekitar Waduk Gajah Mungkur. Dulu heroisme 41.369 jiwa rela bedol desa meninggalkan makam leluhurnya, sekarang menjadi ancaman kembali bagi generasi selanjutnya. Ini darurat sedimentasi dari sembilan sungai, terutama Sungai Keduang dan Sungai Wiroko Tirtomoyo,” tegas Hamid.

Menurut data BBWS Bengawan Solo, laju sedimentasi aktual mencapai 4,6 juta m³ per tahun, tiga kali lipat batas aman desain. Akibatnya, fungsi pengendali banjir terus tergerus. Kapasitas tampung banjir turun dari 220 juta m³ pada tahun 1980 menjadi hanya 153,9 juta m³ pada tahun 2011. Hamid mengkhawatirkan banjir klasik di Solo dan sekitarnya akan kembali terjadi.

Selain banjir, PLTA berkapasitas 12,4 MW yang menyuplai jaringan Jawa-Bali terancam mati total pada musim kemarau. Selain itu, irigasi untuk 23.200 hektare lahan pertanian serta mata pencaharian ribuan nelayan dan petani keramba jaring apung juga berada di ambang kolaps.

“Saya minta untuk dilakukan pengerukan sedimentasi, pembangunan beberapa check dam penahan lumpur di wilayah tangkapan air, serta reboisasi hutan-hutan di wilayah tangkapan air. Ini warisan heroik yang penuh pengorbanan,” pungkas Hamid pada akhir pandangannya dalam RDP dengan Menteri PU.