Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Rahmat Saleh: Komisi IV Fokus Kawal Swasembada Pangan dan Cetak Sawah Baru

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (12/05) — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Rahmat Saleh, menegaskan komitmen Komisi IV DPR RI dalam mengawal program ketahanan pangan nasional, mulai dari pencetakan sawah baru hingga percepatan swasembada sejumlah komoditas strategis. Hal itu disampaikannya dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (12/05) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Rahmat menyampaikan bahwa selama masa reses, dirinya banyak menerima aspirasi masyarakat, khususnya dari wilayah Sumatera Barat, terkait kebutuhan penguatan sektor pertanian dan pangan.

“Barusan kita reses, di masa reses kali ini kita banyak menerima aspirasi dari masyarakat, terutama dari wilayah Sumatera Barat,” ujar Rahmat.

Menurutnya, saat ini Komisi IV DPR RI tengah fokus memastikan ketersediaan anggaran untuk program pencetakan sawah baru dan pemulihan lahan pertanian yang mengalami kerusakan.

“Sekarang kita fokus dalam hal memastikan anggaran untuk cetak sawah baru dan juga recovery sawah-sawah yang rusak,” lanjutnya.

Rahmat juga menegaskan bahwa Komisi IV terus mengawal target swasembada pangan nasional, terutama pada sektor jagung dan padi yang menjadi komoditas utama ketahanan pangan Indonesia.

“Kemudian kita menargetkan di Komisi IV sekarang itu mengawal terkait dengan swasembada dalam hal jagung dan sektor padi,” katanya.

Selain itu, ia menyebut Komisi IV kini mulai memberi perhatian serius terhadap upaya percepatan swasembada bawang putih. Menurut Rahmat, evaluasi yang dilakukan Komisi IV menunjukkan bahwa penguatan sektor hulu menjadi langkah penting untuk mencapai target tersebut.

“Nah sekarang yang kita akan kejar itu adalah terkait dengan bawang putih. Kemarin Komisi IV sudah melakukan evaluasi. Kita target swasembada bawang putih, sekarang kita ngejar hulunya bagaimana bibit tersedia,” tegas Rahmat.

Ia menilai ketersediaan bibit unggul menjadi faktor penting dalam memperkuat produksi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor komoditas pangan strategis di masa mendatang.