Jakarta (29/04) — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyambut positif komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memperkuat akses pendidikan melalui jalur nonformal dan informal sebagai bagian dari upaya menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).
Kurniasih menilai penguatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi langkah strategis untuk menjangkau kelompok rentan yang selama ini belum terlayani optimal, baik karena faktor ekonomi, keterbatasan sarana, maupun kendala geografis.
“PKBM memiliki peran penting sebagai solusi fleksibel untuk menekan angka anak tidak sekolah karena mampu menjangkau masyarakat dengan berbagai keterbatasan yang tidak dapat diakomodasi oleh sistem pendidikan formal,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan yang juga mencakup luar negeri, Kurniasih memberikan perhatian khusus pada anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berisiko tinggi mengalami putus sekolah akibat perbedaan sistem pendidikan, mobilitas orang tua, serta kendala administratif di negara tempat tinggal.
Menurutnya, penguatan PKBM berbasis pembelajaran jarak jauh menjadi pendekatan yang relevan untuk memastikan anak-anak PMI tetap memperoleh akses pendidikan yang berkelanjutan dan terhubung dengan sistem pendidikan nasional.
Selain itu, Kurniasih juga menyoroti pentingnya optimalisasi program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan ATS. Program ADEM yang saat ini telah menjangkau 4.616 penerima dalam skema quick win dinilai perlu diperluas, khususnya bagi anak-anak pekerja migran.
“Perluasan Beasiswa ADEM bagi anak PMI menjadi langkah konkret yang dapat memperkuat intervensi pemerintah dalam menurunkan angka anak tidak sekolah. Program ini tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memberikan keberlanjutan bagi mereka untuk menyelesaikan pendidikan menengah,” jelasnya.
Kurniasih menekankan bahwa sinergi antara program PKBM dan Beasiswa ADEM akan menciptakan pendekatan yang lebih komprehensif, menggabungkan fleksibilitas akses pendidikan dengan dukungan pembiayaan yang memadai.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan, serta perwakilan Indonesia di luar negeri, agar intervensi pendidikan bagi anak PMI dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Kurniasih menegaskan pentingnya penguatan kualitas PKBM melalui integrasi keterampilan praktis, kewirausahaan, dan literasi digital agar lulusan tidak hanya kembali ke jalur pendidikan, tetapi juga memiliki bekal kemandirian ekonomi.
Upaya ini, lanjutnya, sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia dalam Asta Cita Presiden yang menempatkan pendidikan inklusif dan pemerataan akses sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul dan berdaya saing global.
“Dengan penguatan PKBM dan perluasan Beasiswa ADEM, diharapkan penurunan angka anak tidak sekolah dapat berjalan lebih cepat, termasuk bagi anak-anak PMI, sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang setara untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutupnya.