Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Anggota Komisi IV DPR RI Slamet: Pemerintah Perlu Perkuat Distribusi dan Stabilisasi Harga Pangan Selama Ramadan

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (10/03) — Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, menyoroti dinamika harga sejumlah komoditas pangan yang mulai mengalami kenaikan di berbagai daerah. Menurutnya, kenaikan harga pangan pada awal Ramadan merupakan fenomena musiman yang terjadi hampir setiap tahun, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat saat sahur dan berbuka puasa. Namun demikian, pemerintah perlu memastikan bahwa kondisi tersebut tidak berkembang menjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.

Berdasarkan pemantauan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 10 Maret 2026, beberapa komoditas strategis menunjukkan tren kenaikan harga dan bahkan berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) maupun Harga Eceran Tertinggi (HET). Di antaranya beras medium yang berada pada kisaran Rp15.800–Rp15.950 per kilogram, cabai rawit merah sekitar Rp81.550 per kilogram, serta minyak goreng kemasan yang berada pada kisaran Rp21.700–Rp22.650 per liter. Komoditas-komoditas tersebut memiliki kontribusi besar terhadap inflasi pangan dan secara langsung memengaruhi daya beli masyarakat.

Slamet menjelaskan bahwa tekanan harga saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan musiman dan tantangan dalam distribusi pangan antarwilayah, bukan semata-mata karena keterbatasan produksi nasional. Selain itu, faktor cuaca yang memengaruhi produksi hortikultura, panjangnya rantai pasok pangan, serta potensi praktik spekulasi dan penimbunan juga menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas harga di pasar.

Baca juga: Slamet Desak Pemerintah Mitigasi Kenaikan Harga Pangan dan Pastikan Stok Aman Selama Ramadan

Dalam konteks tersebut, Komisi IV DPR RI mendorong pemerintah untuk memperkuat berbagai langkah stabilisasi pangan. Di antaranya dengan mengoptimalkan cadangan pangan pemerintah melalui Bulog, memperluas operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah, serta memastikan distribusi pangan antarwilayah berjalan lancar dari daerah surplus ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa stok pangan cukup dan distribusi berjalan lancar sehingga harga tidak bergerak terlalu jauh dari harga acuan. Negara harus hadir untuk menjaga stabilitas pangan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang,” ujar Slamet.

Sebagai lembaga legislatif, DPR RI melalui Komisi IV juga akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pangan pemerintah, termasuk memastikan program stabilisasi harga dan penguatan cadangan pangan berjalan efektif selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.

Di akhir pernyataannya, Slamet mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia berharap bulan Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan penuh ketenangan, dengan harga pangan yang stabil serta semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang semakin kuat di tengah masyarakat.