Jakarta (30/11) — Surahman Hidayat, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas rangkaian bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 303 orang meninggal dunia, 279 orang masih hilang, serta puluhan ribu masyarakat terdampak dan mengungsi.
“Semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta kekuatan iman dalam menghadapi ujian ini, yang masih hilang segera dapat ditemukan, serta masyarakat terdampak dan terpaksa harus mengungsi di posko-posko darurat diberikan kesabaran oleh Allah,” doa Surahman.
Selain itu, Surahman mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan penanganan dampak banjir dan longsor dikoordinasikan dengan cepat antarkementerian, termasuk percepatan distribusi bantuan logistik, medis, dan peralatan evakuasi ke wilayah terisolir; menggerakkan TNI–Polri bersama Basarnas, BNPB, dan BPBD untuk memperkuat operasi penyelamatan dan pemulihan darurat; serta menekankan pentingnya pemulihan jangka panjang, termasuk rehabilitasi infrastruktur, layanan pendidikan, dan dukungan sosial bagi keluarga korban.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Basarnas, BNPB, TNI, Polri, dan para relawan atas keikhlasan dan kerja keras dalam mengevakuasi korban, mencari korban yang masih hilang, mendirikan posko darurat, menyalurkan logistik dan layanan kesehatan, serta memberikan dukungan langsung kepada masyarakat terdampak,” ujar Surahman.
Surahman memahami bahwa akses komunikasi di sejumlah wilayah terputus akibat padamnya listrik sehingga menyulitkan koordinasi evakuasi, distribusi bantuan, dan penyampaian informasi kepada masyarakat. Ia mengimbau masyarakat terdampak dan mengungsi untuk bersabar menghadapi kendala distribusi bantuan yang belum bisa cepat sampai akibat keterbatasan akses jalan, cuaca ekstrem, dan kondisi infrastruktur yang rusak. Namun, Surahman juga mendorong pemerintah pusat dan daerah mempercepat penyaluran bantuan logistik, terutama makanan, air bersih, dan obat-obatan, agar kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi.
“Saya yakin pemerintah pusat dan pemerintah daerah sedang berupaya optimal mempercepat penyaluran bantuan, terutama makanan dan obat-obatan, agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dan sedang mengungsi segera terpenuhi. Saat ini diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan distribusi berjalan lancar meski menghadapi kendala akses jalan dan cuaca ekstrem,” kata Surahman.
Di samping itu, Surahman mengatakan bahwa saat ini banyak keluarga di luar Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang kesulitan mengetahui kondisi kerabat mereka akibat terbatasnya akses komunikasi. Oleh karena itu, ia mendorong agar posko informasi nasional dan daerah diperkuat, termasuk layanan daring dan hotline, sehingga keluarga korban dapat memperoleh informasi yang jelas, cepat, dan terpercaya.
Surahman mengatakan bahwa bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara ini menjadi peringatan keras bahwa penguatan sistem mitigasi hidrometeorologi harus segera dilakukan. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat juga perlu memperbaiki tata kelola lingkungan, memperkuat early warning system, dan memastikan kesiapsiagaan masyarakat agar bencana seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari.