Bandung (21/10) — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Ledia Hanifa Amaliah membuka acara Penyerapan Aspirasi Masyarakat di Hotel Newton Bandung, yang dihadiri Ibu-ibu komunitas Sehat dan Sejahtera Dari Rumah.
“Setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya. Tidak memandang laki-laki maupun perempuan, peran yang kita emban kelak akan ditanya sudah sejauh kita mana menjalankannya,” ucap Ledia Hanifa.
Ledia kemudian memberikan pertanyaan retoris pada hadirin. Bahwa setiap diri memiliki peran dan tanggung jawab dalam kehidupan, semua tentu sepakat.
“Tapi dalam implementasinya, dalam ranah kenegaraan, dalam konteks berbangsa dan bernegara juga menjadi bagian dari yang ikut dipentingkan bagi kaum perempuan? Atau banyak yang melewatkan hal itu karena merasa bingung bagaimana berperan dalam konteks berbangsa dan bernegara?,” tanya Ledia.
Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini melanjutkan pemaparannya dengan mengingatkan sejarah kemerdekaan dan bagaimana para pendiri bangsa telah menghadirkan satu kesepakatan pencapaian cita-cita nasional yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, yakni ‘melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.’
“Cita-cita nasional itu kan harus diimplementasi, diwujudkan. Oleh siapa? Oleh kita semua baik laki-laki maupun perempuan karena bangsa ini terdiri atas laki-laki dan perempuan. Jangan berpikir _ah saya mah gak bisa, gak ngerti, gak tau_ harus bagaimana, biar yang lain saja. Justru ibu-ibu di sini harus berpikir kreatif pada sisi mana, bagian mana saya bisa berkontribusi. Sehingga para ibu harus siap berperan, bukan baperan.” kata Ledia
Sesungguhnya banyak langkah strategis bisa diambil kaum ibu untuk berkontribusi mewujudkan cita-cita nasional lanjut Ledia. Sebagiannya bahkan bisa dilakukan tanpa banyak meninggalkan rumah.
“Paling sedikit ada 3 sektor kita bisa berkontribusi mewujudkan cita-cita nasional, yaitu melalui sektor ekonomi, publik sektor atau di sektor ketiga seperti PKK, Posyandu, komunitas, gerakan dan lain sebagainya. Keberadaan Ibu-ibu sebagai Pegiat Sehat dan Sejahtera dari rumah ini saja sudah menjadi langkah awal yang baik untuk mengenalkan hak sehat yang dimiliki setiap warga negara dan hak kesejahteraan yang harus diupayakan oleh negara,” puji Ledia.
Kiprah perempuan di masyarakat sebenarnya selalu dinantikan. Apalagi perempuan juga dikenal senang berkumpul, ngobrol yang menjadi satu kelebihan untuk bisa menyampaikan sosialisasi, edukasi bahkan membangun gerakan pada masyarakat.
“Setiap orang tentu punya kemampuan peran beragam, ada yang lewat giat olahraga seperti senam, pengelolaan taman bacaan, berkebun, pengelolaan limbah dan banyak lagi potensi sebagai perempuan yang begitu besar, yang bisa bergerak untuk mendorong tercapainya cita-cita nasional memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, untuk memiliki pengaruh yang lebih luas jangan bergerak sendirian, harus bersama-sama, berkolaborasi membangun kebaikan untuk masyarakat. Hayuklah,” pungkas Ledia.