Jakarta (04/04) — Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih meminta kebijakan stimulus anggaran tahap tiga yang diluncurkan oleh pemerintah untuk mengatasi dampak wabah akibat virus corona harus menjangkau pekerja lapis bawah. Pekerja lapis bawah ini baik formal maupun informal termasuk di sektor pariwisata.
“Ada 13 juta tenaga kerja di sektor ini, pemerintah jangan hanya pikirkan elit pengusahanya saja,” kata Fikri, dalam pernyataannya, Sabtu 4 April 2020.
Fikri menambahkan, data serapan tenaga kerja di sektor pariwisata tersebut merupakan proyeksi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di akhir tahun 2019.
“Masuk akal saya kira, ketika pariwisata ambruk, efeknya bukan hanya di bidang penerbangan dan hotel. Coba pikirkan berapa juta orang yang bergantung pada sektor ini, terutama di daerah tujuan wisata,” urai politisi PKS ini.
Mereka adalah tenaga kerja formal dan informal yang terkait langsung maupun tidak langsung.
“Mulai dari karyawan hotel sampai pemandu wisata, sopir travel, tukang ojek, becak, hingga penjual makanan dan oleh-oleh,” kata dia.
Menurut Fikri, stimulus fiskal tahap 1 maupun 2 hanya menjangkau kepentingan elite pengusaha seperti hotel dan resto, penerbangan, dan agen perjalanan.
“Bukannya tidak penting mensubsidi sektor ini, agar mereka bisa tetap bertahan dan tidak melakukan PHK, namun tulang punggung penggerak pariwisata kita di daerah paling besar dari pekerja lapis bawah,” ujarnya.
Dampak sosial yang diakibatkan juga akan lebih luas.
“Bila setiap pekerja menanggung 3 orang saja, misal istri dan 2 anak, maka akan ada 39 juta orang ikut terdampak,” cetus Fikri.
Paling tidak bantuan langsung tunai (BLT), tambah FIkri, yang mesti segera dicairkan kepada kelompok rumah tangga yang rentan dan sektor informal.
“Termasuk mereka yang kena PHK di bidang usaha jasa wisata dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition /Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran),” imbuhnya.**