Jakarta (21/11) — Menteri Sosial, Juliari Batubara, bersama jajarannya mengikuti Rapat Kerja (raker) dengan Komisi VIII DPR RI pada siang ini, Rabu (20/11/2019).
Dalam raker tersebut Juliari mendapatkan pantun dari anggota Komisi VIII dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR ini melantunkan pantun sebelum membuka pertanyaannya kepada Juliari.
“Sedikit intermezzo, kita bacakan sedikit syair untuk pak menteri. Bukan nasi sembarang nasi pak menteri, nasi megana memang asik sekali rasanya. Bukan menteri sembarang menteri, tapi pak menteri Juliari Batubara berpeluang menyejahterakan rakyat Indonesia,” ujar Hidayat yang disambut tepuk tangan para peserta rapat.
Menurut Hidayat, pantun ini diberikan karena Kemensos memiliki misi yang sulit untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.
Hidayat menyebut tugas tersebut berdasarkan amanat dari Undang-undang Dasar 1945.
“Yang demikian, karena kita bacakan pembukaan UUD pasti ditemukan pada alinea keempat itu, ketika menyebutkan tentang keadikan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia,” tutur Hidayat.
Menurut Hidayat, upaya menyejahterakan rakyat Indonesia tidak mudah. Namun, tugas tersebut merupakan tugas pokok dari Kemensos.
“Itu tidak tiba-tiba keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ada pembukaannya, yaitu ungkapan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Begitulah teks pembukaan UUD 1945. Artinya tugas kementerian ini memang sangat luar biasa,” ucap Hidayat.
Seperti diketahui, raker ini membahas evaluasi program dan anggaran Kemensos tahun 2019 serta rencana program tahun 2020. Selain itu, dibahas pula tentang kelanjutan RUU Penanggulangan Bencana