Jakarta (03/11) — Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, menyambut kunjungan jajaran Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (03/11). Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai penguatan komunikasi politik berbasis riset, pengembangan kehumasan, serta peluang kerja sama antara dunia akademik dan lembaga legislatif.
Dalam kesempatan tersebut, Ledia menilai dunia politik menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, kerja-kerja politik yang telah dilakukan secara substantif belum tentu dapat dipahami publik apabila tidak disertai strategi komunikasi yang tepat.
Ledia mengakui bahwa selama ini komunikasi politik kerap dipandang sebatas aktivitas penyampaian informasi. Padahal, efektivitas komunikasi membutuhkan kajian mendalam, termasuk untuk mengukur persepsi masyarakat dan dampak pesan yang disampaikan.
“Jadi PR besar buat kami sebagai sebuah institusi politik. Memang PR politik belum menjadi satu perhatian karena masih dianggap sama dengan PR-PR yang lain,” ujar Ledia.
Ia menjelaskan bahwa Fraksi PKS terus berupaya memperkuat kualitas kehumasan di tengah perkembangan ekosistem media yang semakin dinamis. Upaya tersebut juga memperoleh pengakuan melalui berbagai penghargaan dari Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Ledia menegaskan bahwa pengembangan komunikasi politik tetap membutuhkan pendekatan ilmiah agar strategi yang diterapkan tidak semata-mata berdasarkan penilaian internal, tetapi juga mempertimbangkan pandangan masyarakat secara objektif.
Menurutnya, terdapat tantangan dalam menjembatani antara kerja nyata lembaga politik dan persepsi yang terbentuk di tengah masyarakat. Karena itu, masukan akademisi diperlukan untuk membantu mengevaluasi pendekatan komunikasi yang selama ini dijalankan.
Dalam diskusi tersebut, jajaran Fikom Unpad turut memperkenalkan pengembangan riset dan layanan konsultasi komunikasi yang mencakup analisis reputasi digital, pemetaan isu, komunikasi krisis, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pengolahan data komunikasi publik.
Ledia memandang paparan tersebut sebagai masukan penting bagi pengembangan strategi kehumasan Fraksi PKS, khususnya dalam memahami karakteristik audiens dan menyesuaikan pendekatan komunikasi dengan perkembangan media.
Selain penguatan riset, Ledia juga menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas kelembagaan parlemen. Ia menjelaskan bahwa Fraksi PKS telah membuka berbagai kesempatan magang, termasuk program khusus kehumasan yang memberikan pengalaman praktis dalam analisis media, produksi konten, serta pengelolaan komunikasi publik.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi peserta magang, tetapi juga menghadirkan perspektif baru yang bermanfaat bagi pengembangan kerja-kerja kelembagaan.
Ledia juga melihat peluang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kapasitas riset akademik dinilai dapat membantu pemerintah daerah dalam mengenali potensi wilayah, memperbaiki komunikasi publik, serta mengembangkan pendekatan kebijakan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Jadi sebenarnya banyak peluang-peluang yang bisa disambungkan di antara kampus dengan pemerintahan daerah juga, selain dengan fraksi,” jelas Ledia.
Menanggapi berbagai gagasan kerja sama yang mengemuka, Ledia menyampaikan keterbukaan Fraksi PKS untuk menjajaki kolaborasi yang lebih konkret dengan Fikom Unpad.
“Insyaallah nanti kita diskusikan dengan pimpinan fraksi hal-hal yang memungkinkan buat kita kerja sama,” tuturnya.
Ledia berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik dan parlemen, sekaligus mendorong pengembangan komunikasi politik yang lebih terukur, berbasis pengetahuan, dan mampu menjembatani kerja-kerja lembaga politik dengan pemahaman masyarakat.