Jakarta (29/10) — Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menegaskan pentingnya sikap tegas terhadap entitas yang dinilai mendukung gerakan Zionisme Israel. Sikap tersebut menjadi bagian dari dorongan untuk menjaga konsistensi dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina, termasuk dalam menyikapi rencana konser penyanyi Andrea Bocelli di Indonesia.
Mardani menjelaskan, sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam persoalan ini memiliki landasan yang jelas. Menurutnya, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina harus disertai kesadaran untuk tidak memberikan dukungan kepada pihak-pihak yang dinilai justru menghambat terwujudnya kemerdekaan tersebut.
“Ini bukan sikap anti-agama, bukan anti-Semit, bukan anti-kerja sama, tetapi ada entitas yang mendukung Zionis, bahkan salah satu inti utama gerakan Zionis, Israel Defense Force, yang harus terus kita hambat,” tegas Mardani.
Ia menekankan bahwa sikap tersebut tidak seharusnya dipahami sebagai kebencian terhadap agama tertentu atau penolakan terhadap kerja sama antarbangsa. Sebaliknya, sikap itu merupakan bentuk keberpihakan terhadap nilai kemanusiaan dan perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan.
Mardani juga menyoroti pentingnya memastikan bahwa dukungan, termasuk aliran dana, tidak justru berkontribusi terhadap pihak-pihak yang bertentangan dengan perjuangan kemerdekaan Palestina. Karena itu, masyarakat perlu bersikap kritis terhadap keterkaitan suatu entitas dengan gerakan Zionisme Israel.
Menurutnya, solidaritas terhadap Palestina tidak cukup hanya disampaikan melalui pernyataan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui sikap dan keputusan yang konsisten. Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina harus menjadi pertimbangan dalam menyikapi berbagai aktivitas yang dinilai memiliki keterkaitan dengan pihak pendukung Zionisme Israel.
Mardani menegaskan, perjuangan mewujudkan Palestina merdeka membutuhkan komitmen bersama, termasuk memastikan bahwa berbagai bentuk dukungan tidak dimanfaatkan untuk memperkuat pihak-pihak yang menghambat kemerdekaan rakyat Palestina.