Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Meity Rahmatia Dorong IPHI Sulsel Jadi Organisasi Alumni Haji yang Mandiri dan Berdampak

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Makassar (28/10) — Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Sulawesi Selatan, Meity Rahmatia, mendorong penguatan peran alumni haji agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial.

Hal tersebut disampaikan Meity yang juga merupakan anggota DPR RI Fraksi PKS dalam Rapat Kerja (Raker) PW IPHI Sulawesi Selatan periode 2026–2031 yang digelar di Hotel Claro, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Selasa (27/10/2026).

Mengusung tema “Terwujudnya Persaudaraan Haji yang Istikamah, Mandiri, Berdaya, dan Bermanfaat bagi Umat, Bangsa, dan Negara”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyusun arah kebijakan organisasi dan program kerja lima tahun mendatang.

“Alumni haji harus terus bergerak dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat. Tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, sebagai bentuk keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.,” ujar Meity.

Menurutnya, IPHI Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi wadah penguatan persaudaraan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Potensi tersebut perlu dikelola melalui organisasi yang solid, program yang terarah, serta kerja sama dengan berbagai pihak.

Dalam rapat kerja tersebut, Meity memaparkan enam arah utama kepengurusannya, yakni memperkuat persatuan dan tata kelola organisasi; meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak anggota; memberdayakan potensi ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesehatan; meningkatkan pembinaan jemaah haji dan umrah; memperkuat peran perempuan, anak, dan keluarga; serta memperluas kemitraan dengan pemerintah, lembaga keagamaan, dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan.

“Saya kira, misi itu telah mewakili seluruh aspek atau bidang kehidupan dalam pembangunan umat, khususnya di Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Untuk menjalankan agenda tersebut, PW IPHI Sulawesi Selatan membentuk 11 biro yang membidangi organisasi dan kaderisasi, usaha dana dan kemitraan, pemberdayaan ekonomi, dakwah, bimbingan haji dan umrah, pendidikan dan pelatihan, publikasi dan hubungan kelembagaan, advokasi, pemberdayaan perempuan, pembinaan anak dan keluarga, serta kepedulian sosial.

Meity berharap seluruh biro mampu bekerja secara kolaboratif agar program yang dirumuskan tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi dapat diwujudkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi anggota dan masyarakat.

“Insyaallah, saya berharap seluruh pengurus bekerja sebagai tim yang akan berkolaborasi dalam mewujudkan berbagai program kerja yang diajukan masing-masing dalam rapat kerja ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Raker PW IPHI Sulawesi Selatan, Wasir Talib, menyampaikan bahwa seluruh biro telah memaparkan program kerja masing-masing dan mendapatkan persetujuan dalam sidang pleno.

“Alhamdulillah, setiap program biro disetujui dalam pleno. Seluruh programnya berorientasi pada luaran yang berdampak dan bermanfaat bagi umat serta masyarakat secara umum,” ungkap Wasir.

Dari hasil pembahasan tersebut, kepengurusan PW IPHI Sulawesi Selatan menetapkan 11 program unggulan yang akan menjadi prioritas selama periode 2026–2031.

Program tersebut meliputi digitalisasi data dan keanggotaan IPHI, Gerakan Haji Sepanjang Hayat dan Kemabruran Haji, IPHI Mandiri dan Berdaya, serta Inkubasi UMKM Anggota IPHI.

Selain itu, terdapat Akademi Kader dan Kepemimpinan IPHI, Gerakan Keluarga Sakinah dan Generasi Berakhlak, IPHI Peduli dan Tanggap Bencana, serta Klinik Konsultasi dan Edukasi Hukum Anggota.

Tiga program lainnya adalah Forum Perempuan Berdaya IPHI, Pusat Informasi dan Publikasi IPHI, serta Kajian Strategis Peran Alumni Haji dalam Pembangunan Umat.

Setiap program memiliki biro penanggung jawab dan biro pendukung untuk memastikan pelaksanaannya berjalan secara terkoordinasi. Program pemberdayaan ekonomi, misalnya, akan melibatkan Biro Pemberdayaan Ekonomi dan Ekonomi Kreatif bersama Biro Usaha Dana dan Kemitraan serta Biro Pendidikan, Pelatihan, dan Pengkajian.

Sementara itu, program penguatan keluarga akan dilaksanakan melalui kerja sama Biro Pembinaan Anak dan Keluarga Sakinah dengan Biro Pemberdayaan Perempuan.

Sebagai bagian dari penguatan organisasi, rapat kerja tersebut juga dirangkaikan dengan pembentukan dan pelantikan pengurus Majelis Taklim Perempuan IPHI Sulawesi Selatan.

Keberadaan majelis taklim tersebut diharapkan dapat memperluas kegiatan pembinaan keagamaan sekaligus memperkuat kontribusi perempuan dalam menjalankan program-program keumatan di tengah masyarakat.

Melalui rangkaian program yang telah disepakati, PW IPHI Sulawesi Selatan menargetkan penguatan kelembagaan, kemandirian ekonomi anggota, peningkatan kualitas pembinaan keagamaan, serta perluasan kegiatan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Meity menegaskan bahwa keberhasilan kepengurusan tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari kemampuan organisasi menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi anggota dan masyarakat.