Bekasi (26/10) — Penguatan kepatuhan lingkungan di kawasan industri menjadi perhatian anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VII, Jalal Abdul Nasir. Hal ini disampaikannya di Jababeka Golf & Country Club, Kabupaten Bekasi, Selasa (20/10/2026). Dapil Jawa Barat VII meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
⠀
Dalam kegiatan bersama forum pelaku industri di Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jalal menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan investasi, keberlanjutan produksi, dan perlindungan lingkungan. Kepatuhan dinilai perlu dibangun sebagai budaya perusahaan, bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif.
⠀
Perhatian tersebut disampaikan sejalan dengan arah kebijakan lingkungan nasional tahun 2026 yang menitikberatkan ekonomi sirkular, pengelolaan sampah, serta pencegahan pencemaran. Melalui pendekatan tersebut, efisiensi sumber daya diharapkan meningkat tanpa mengurangi daya saing dunia usaha.
⠀
Memasuki 2027, peningkatan kinerja lingkungan juga menjadi prioritas pemerintah. Target Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 76,84 dan ketaatan usaha sebesar 45 persen dipandang sebagai dorongan untuk memperkuat pembinaan, pengawasan, dan perbaikan tata kelola secara berkelanjutan.
⠀
Dalam menghadapi ketentuan Permenperin Nomor 2 Tahun 2026 dan Permen LH/BPLH Nomor 6 Tahun 2026, perusahaan diharapkan menyiapkan dokumen lingkungan, sistem pemantauan, pengelolaan limbah, serta mekanisme perbaikan yang terukur. Kesesuaian laporan dengan kondisi lapangan turut ditekankan.
⠀
Sinergi antara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, pengelola kawasan, dan pelaku industri dinilai penting untuk mengatasi berbagai kendala teknis. Melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, Komisi XII DPR RI diharapkan dapat mendukung penyelesaian persoalan yang memerlukan koordinasi lintas lembaga.
⠀
Bagi legislator PKS tersebut, keberhasilan pembangunan industri tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi dan kapasitas produksi, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat. Dengan kepatuhan yang konsisten, pertumbuhan ekonomi diharapkan berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan usaha.