Jakarta (23/10) — Wakil Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Ketua DPP PKS Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Kurniasih Mufidayati, menyambut baik rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyediakan sekitar 1.000 beasiswa pendidikan dokter dan dokter gigi spesialis untuk tahun akademik 2026/2027.
⠀
Ia mendorong program tersebut memperluas kesempatan melanjutkan pendidikan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga spesialis di daerah, termasuk di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).
⠀
“Dukungan beasiswa ini membuka kesempatan bagi semakin banyak dokter dan dokter gigi untuk melanjutkan pendidikan spesialis. Kita berharap kesempatan tersebut juga dapat menjangkau calon peserta dari daerah yang masih memiliki keterbatasan tenaga spesialis,” ujar Kurniasih dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
⠀
Dari sekitar 1.000 beasiswa yang disiapkan, sekitar 750 direncanakan melalui LPDP. Sementara itu, 250 lainnya melalui dukungan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, rumah sakit, serta mitra swasta.
⠀
Kurniasih menekankan pentingnya seleksi yang terbuka, informasi persyaratan yang mudah diakses, serta kejelasan cakupan pembiayaan sejak awal. Menurutnya, calon peserta perlu memperoleh informasi yang lengkap mengenai tahapan seleksi, biaya yang ditanggung, dan kewajiban penerima beasiswa.
⠀
“Penerima beasiswa membutuhkan kepastian agar dapat menjalani pendidikan dengan baik sampai selesai. Karena itu, dukungan pembiayaan perlu dirancang secara memadai, dengan ketentuan yang jelas dan mudah dipahami sejak pendaftaran,” katanya.
⠀
Ia juga mendorong perhatian bagi dokter dan dokter gigi yang memenuhi persyaratan akademik dari daerah 3T dengan ketersediaan tenaga spesialis yang masih terbatas. Kesempatan melanjutkan pendidikan diharapkan dapat memperkuat kompetensi mereka untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayahnya.
⠀
Menurut Kurniasih, perluasan akses melalui beasiswa harus berjalan bersama dengan penjaminan mutu pendidikan. Penerima beasiswa perlu memperoleh pendampingan akademik dan pengalaman klinis yang memenuhi standar agar dapat menyelesaikan studi dengan kompetensi yang dibutuhkan.
⠀
“Beasiswa merupakan investasi untuk meningkatkan kualitas tenaga medis. Kita ingin para penerima mendapatkan dukungan pendidikan yang baik, sehingga setelah lulus mereka dapat memberikan pelayanan yang bermutu dan aman bagi masyarakat,” tuturnya.
⠀
Kurniasih turut mendorong keselarasan program beasiswa dengan kebutuhan wilayah. Perencanaan tersebut perlu mencakup bidang spesialis yang dibutuhkan, kesiapan fasilitas pelayanan, serta kesempatan pengabdian dan pengembangan karier bagi lulusan.
⠀
Ia juga mengusulkan evaluasi berkala terhadap kelancaran studi penerima beasiswa dan persebaran lulusan. Hasil evaluasi dapat menjadi dasar perbaikan agar manfaat program semakin dirasakan oleh masyarakat di daerah yang membutuhkan.
⠀
“Harapannya, kesempatan pendidikan yang semakin terbuka dapat mendukung pemerataan tenaga spesialis di daerah termasuk daerah 3T. Dukungan untuk mengabdi dan mengembangkan karier di daerah perlu disiapkan bersama, agar keahlian para lulusan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Kurniasih.