Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Momentum Hari Santri 2026, Fikri Faqih Dorong Tradisi Membaca Jadi Kunci Atasi Darurat Literasi

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (22/10) — Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menegaskan bahwa penguatan tradisi membaca di kalangan santri merupakan kunci utama untuk mengatasi persoalan darurat literasi di Indonesia.
⠀
Pesan tersebut disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10/2026).
⠀
Menurut pria yang akrab disapa Fikri ini, penguatan tradisi membaca bisa mendorong peran aktif santri dalam memajukan peradaban bangsa.
⠀
Lebih lanjut, legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) ini mengatakan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tahun ini membawa pengingat yang sangat relevan di tengah bayang-bayang rendahnya tingkat literasi nasional.
⠀
Ia menyoroti rekam jejak survei internasional yang pernah menempatkan Indonesia di peringkat ke-60 dari 61 negara, serta urutan ke-70 dari 74 negara berdasarkan survei Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
⠀
“Kunci utama untuk mengejar ketertinggalan tersebut sejatinya lekat dengan jati diri seorang santri, yaitu tradisi membaca,” ujar Fikri dalam keterangannya menyambut Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026).
⠀
Lebih lanjut, Fikri memaparkan bahwa secara etimologis, jati diri literasi tersebut tampak langsung dari akar kata “santri”. Dalam bahasa Sanskerta, kata ini berasal dari istilah shastri yang berarti orang yang membaca kitab suci, sedangkan dalam bahasa Tamil bermakna guru mengaji.
⠀
Ia juga merujuk pada pandangan cendekiawan muslim Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang mengaitkan istilah santri dengan kata “cantrik”, yakni sosok yang senantiasa menyertai tokoh pejuang sembari tak henti menimba ilmu.
⠀
Tak hanya sebatas membaca teks, Fikri mengingatkan bahwa ketajaman literasi santri terbukti berperan krusial dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
⠀
Menurut legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes) ini, pascaproklamasi 17 Agustus 1945, hanya kalangan yang tekun membaca buku, kitab, sekaligus situasi yang menyadari bahwa penjajah kembali datang ke tanah air.
⠀
“Berkat ketajaman literasi dan kepekaan membaca situasi itulah, melalui guru para santri, yakni K.H. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 menginstruksikan kepada para santri sebagai insan yang terus membaca dan belajar untuk bangkit melawan penjajah demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan,” tuturnya.
⠀
Oleh karena itu, Fikri mengajak seluruh elemen santri untuk terus menghidupkan semangat 22 Oktober yang telah ditetapkan pemerintah sebagai Hari Santri Nasional sejak 2015.
⠀
Sebagai anggota DPR RI yang bermitra di sektor pendidikan, salah satunya dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Fikri juga berharap cakupan bacaan dan kepekaan santri terus diperluas agar mampu menjawab tantangan zaman.
⠀
“Mari jadikan tradisi membaca—mulai dari kitab suci, buku ilmu pengetahuan, prosa, puisi, fiksi, hingga kepekaan membaca situasi zaman—sebagai kekuatan utama santri untuk menjawab darurat literasi dan memajukan peradaban bangsa. Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026,” pungkas Fikri.