Surabaya (19/10) — Turnamen Santri Reni Cup 2026 menjadi salah satu upaya membangun karakter santri melalui olahraga sekaligus pendidikan agama. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 ini berlangsung di Surabaya, Minggu (18/10/2026).
⠀
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan Jawa Timur I, Reni Astuti, mengatakan turnamen tersebut menjadi wadah bagi santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) untuk menyalurkan minat di bidang olahraga, khususnya sepak bola dan futsal, tanpa meninggalkan kegiatan mengaji.
⠀
Menurut Reni, olahraga dan pendidikan agama dapat berjalan beriringan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan tidak hanya mengembangkan kemampuan olahraga, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan membiasakan perilaku yang baik.
⠀
“Tujuannya melatih sportivitas dan mengajak anak-anak senang berolahraga, di samping mereka juga mengaji. Mudah-mudahan anak-anak yang suka sepak bola tetapi belum aktif di TPQ bisa tertarik untuk mengaji. Sementara yang sudah mengaji semakin semangat berolahraga,” ujar Reni kepada Lensaparlemen.id, Minggu (18/10/2026).
⠀
Turnamen ini diikuti perwakilan santri dari berbagai kecamatan di Kota Surabaya. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk membangun kebersamaan dan menikmati aktivitas olahraga dalam suasana yang positif.
⠀
Reni berharap para peserta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlakul karimah. Menurutnya, pembentukan karakter sejak dini semakin penting di tengah perkembangan arus informasi yang membawa beragam tantangan bagi anak-anak.
⠀
Ia menegaskan bahwa akhlakul karimah tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan agama, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Di antaranya menyayangi dan menolong teman, menghormati orang yang lebih tua, menghormati guru serta ustaz dan ustazah, dan menaati orang tua.
⠀
“Akhlakul karimah itu bagaimana anak-anak menyayangi temannya, menolong temannya, menghormati yang lebih tua, menghormati guru, ustaz dan ustazah, serta taat kepada orang tua. Hal-hal seperti ini harus ditanamkan sejak dini,” tegasnya.
⠀
Reni juga berharap penanaman nilai-nilai tersebut dapat membantu mencegah perilaku negatif di kalangan anak-anak, termasuk perundungan atau bullying yang masih menjadi perhatian masyarakat.
⠀
Turnamen Santri Reni Cup 2026 Berpotensi Menjadi Agenda Tahunan
⠀
Reni mengapresiasi sambutan pengurus Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) DPD Kota Surabaya serta antusiasme para orang tua yang mendukung keikutsertaan anak-anak mereka dalam turnamen tersebut.
⠀
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Komisi X DPR RI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
⠀
Terkait kemungkinan penyelenggaraan secara rutin, Reni mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan masukan dari peserta dan orang tua setelah kegiatan berlangsung. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui manfaat turnamen, termasuk sejauh mana kegiatan tersebut dapat meningkatkan semangat anak-anak dalam mengikuti pendidikan agama di TPQ.
⠀
“Kalau ternyata anak-anak senang, orang tua juga senang, kegiatannya semarak, dan membuat anak-anak semakin semangat mengaji di TPQ, tidak ada salahnya kita buat tahunan. Mudah-mudahan dimudahkan,” pungkasnya.
⠀
FKPQ Tekankan Sportivitas dan Persaudaraan
⠀
Ketua DPD Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kota Surabaya, Muhammad Alfan Nabhan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Reni Astuti terhadap penyelenggaraan Turnamen Santri Reni Cup 2026 dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional.
⠀
“Alhamdulillah, ada dukungan dari Bu Reni Astuti selaku anggota Komisi X DPR RI untuk kegiatan turnamen futsal santri Reni Cup dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026,” kata Alfan.
⠀
Menurut Alfan, pertandingan tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter. Karena itu, panitia mengingatkan para pemain agar menjaga sikap dan tidak berkata kasar selama pertandingan.
⠀
Alfan juga menyampaikan pesan kepada para santri dalam bahasa Jawa.
⠀
“Yo ngaji, yo bal-balan. Lek bal-balan ojo misuhan, ojo nakalan. Lek kalah menang, ayo seduluran.”
⠀
Pesan tersebut mengajak para santri untuk tetap rajin mengaji, bermain sepak bola dengan perilaku baik, serta menjaga persaudaraan, baik ketika menang maupun kalah.
⠀
Alfan berharap Turnamen Santri Reni Cup dapat diselenggarakan secara berkelanjutan. Ia juga berharap kegiatan menyambut Hari Santri pada masa mendatang bisa dikembangkan melalui beragam aktivitas positif, termasuk kirab budaya santri.
⠀
Orang Tua Apresiasi Turnamen Futsal Santri
⠀
Dukungan terhadap penyelenggaraan Turnamen Santri Reni Cup 2026 juga datang dari orang tua peserta. Mochammad Achsan Tudoni mengantarkan anaknya yang berusia 11 tahun untuk mengikuti turnamen tersebut. Anaknya merupakan santri TPQ An Nur, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.
⠀
Achsan menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi anak-anak karena memadukan pendidikan agama dengan aktivitas olahraga yang membantu menjaga kebugaran tubuh.
⠀
“Menurut saya, kegiatan ini sangat positif bagi santri. Jadi, tidak hanya mengaji, tetapi fisiknya juga tetap terjaga melalui olahraga. Harapan saya, semoga acara ini bisa digelar setiap tahun agar anak-anak semakin semangat mengaji karena adanya kegiatan futsal ini,” ujarnya.
⠀
Menurutnya, kegiatan seperti Turnamen Santri Reni Cup 2026 memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan minat olahraga sekaligus membangun semangat, kebersamaan, dan sportivitas.
⠀
Reni Astuti Berharap Santri Sehat, Cerdas, dan Berakhlakul Karimah
⠀
Selain menekankan pentingnya olahraga dan pendidikan karakter, Reni Astuti berpesan agar para santri, baik yang menempuh pendidikan di pondok pesantren maupun TPQ, tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlakul karimah.
⠀
Ia menilai pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang mendukung kebutuhan santri, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.
⠀
Menurut Reni, para santri memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan dan berkontribusi bagi masyarakat. Hal itu, menurutnya, terlihat dari banyaknya lulusan pesantren yang berhasil menjadi tokoh dan berkiprah di berbagai bidang.
⠀
“Banyak juga lulusan santri yang menjadi orang-orang sukses dan hebat. Salah satu tim dokter yang mendampingi kegiatan ini dulunya juga santri TPQ. Sekarang beliau menjadi dokter yang turut memberikan pelayanan kesehatan,” ujar Reni.
⠀
Melalui Turnamen Santri Reni Cup 2026, olahraga diharapkan menjadi sarana pembinaan generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan, sportivitas, kepedulian terhadap sesama, dan akhlak yang baik.
⠀
Pendidikan agama, dukungan keluarga, serta kebijakan yang memperhatikan kebutuhan santri diharapkan dapat berjalan beriringan untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas.