Malang (18/10) — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo), Reni Astuti, mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai peluang beasiswa, mengembangkan kompetensi, dan mempersiapkan diri agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
⠀
Pesan tersebut disampaikan Reni dalam kegiatan Brawijaya Beasiswa Expo 2026 bertema “Designing Your Future — From Vision to Opportunity”, melalui paparan bertajuk “Kejar Mimpi, Siap Berkontribusi!”.
⠀
Menurut Reni, pendidikan tinggi merupakan salah satu jalan penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Namun, kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi masih belum merata sehingga diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperluas akses dan dukungan pembiayaan bagi mahasiswa.
⠀
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan dalam materi tersebut, Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 32,89 persen. Artinya, masih terdapat ruang yang besar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi.
⠀
Sementara itu, target APK perguruan tinggi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 adalah 38,04 persen. Adapun target jangka panjang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 mencapai 60 persen.
⠀
Reni menilai kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa perluasan akses pendidikan tinggi harus terus menjadi perhatian bersama. Pendidikan tidak hanya membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan taraf hidup, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun masyarakat dan bangsa.
⠀
Dorong Mahasiswa Aktif Mencari Peluang Beasiswa
⠀
Reni mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya bergantung pada satu sumber pembiayaan pendidikan. Berbagai program beasiswa tersedia melalui pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, maupun lembaga mitra.
⠀
Dalam paparannya, ia menyoroti sejumlah peluang, antara lain Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa LPDP, Beasiswa Unggulan, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), beasiswa pemerintah daerah, serta beasiswa yang disediakan perguruan tinggi dan mitra swasta.
⠀
Selain beasiswa untuk mahasiswa program sarjana, terdapat pula peluang pendanaan untuk jenjang magister dan doktor, program riset mahasiswa, serta pengembangan karier akademik bagi calon dosen dan guru.
⠀
Mahasiswa diharapkan proaktif mencari informasi, memahami persyaratan, dan mempersiapkan dokumen sejak dini agar tidak kehilangan kesempatan yang tersedia. Prestasi akademik, pengalaman organisasi, serta kemampuan mengembangkan diri juga menjadi bekal penting dalam memanfaatkan berbagai peluang tersebut.
⠀
Enam Bekal untuk Sukses di Bangku Kuliah
⠀
Dalam kesempatan itu, Reni memaparkan enam hal yang perlu dilakukan mahasiswa untuk menunjang keberhasilan selama menempuh pendidikan tinggi.
⠀
Pertama, menetapkan visi dan target yang jelas. Mahasiswa perlu mengetahui tujuan yang ingin dicapai dan menerjemahkannya menjadi target konkret pada setiap semester.
⠀
Kedua, aktif belajar dan menguasai bidang keilmuan. Proses belajar perlu dilakukan secara sungguh-sungguh, tidak hanya dengan mengikuti perkuliahan, tetapi juga memperluas wawasan melalui membaca dan berdiskusi.
⠀
Ketiga, berorganisasi dan membangun jejaring. Pengalaman organisasi dapat melatih kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta memperluas relasi dengan dosen, alumni, dan sesama mahasiswa.
⠀
Keempat, mengembangkan keterampilan nonakademik atau soft skills, termasuk komunikasi, kemampuan menulis, keterampilan digital, dan bahasa asing.
⠀
Kelima, mencari peluang beasiswa, magang, riset, dan kompetisi sejak dini. Mahasiswa perlu mempersiapkan diri agar dapat memanfaatkan kesempatan yang relevan dengan minat dan bidang keilmuannya.
⠀
Keenam, menjaga adab, integritas, kesehatan, dan keseimbangan kehidupan. Keberhasilan akademik perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan kebiasaan hidup yang baik.
⠀
Sebaliknya, mahasiswa juga diingatkan untuk menghindari jalan pintas dan kecurangan akademik, kebiasaan menunda pekerjaan, judi daring dan pinjaman online yang merugikan, serta pola hidup yang mengabaikan kesehatan dan pengembangan diri.
⠀
Menurut Reni, keberhasilan kuliah tidak semata-mata diukur dari pencapaian gelar, tetapi juga dari kompetensi, karakter, dan kesiapan seseorang untuk memberikan manfaat setelah menyelesaikan pendidikan.
⠀
Pendidikan Harus Berujung pada Kontribusi
⠀
Selain memberikan motivasi kepada mahasiswa, Reni menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran pendidikan yang efektif dan tepat sasaran. Peningkatan alokasi anggaran perlu diiringi dengan pemetaan kebutuhan yang terintegrasi agar manfaatnya semakin dirasakan oleh peserta didik dan satuan pendidikan.
⠀
Ia juga menaruh perhatian pada pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas guru, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan.
⠀
Reni berharap mahasiswa dapat memanfaatkan masa kuliah untuk membangun kapasitas diri, memperluas wawasan, serta menyiapkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.
⠀
Baginya, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi harus menjadi awal bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan. Ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di bangku kuliah perlu diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
⠀
Melalui semangat “Kejar Mimpi, Siap Berkontribusi!”, Reni mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, memanfaatkan peluang yang tersedia, dan menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk bertumbuh sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.
⠀
Ia berharap generasi muda tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian untuk kembali membangun daerah dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.