Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Saadiah Uluputty Hadiri Mubes IV Majelis Latupati Maluku, Dorong Penguatan Peran Adat untuk Kemajuan Daerah

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Ambon (16/10) — Mengawali kembali aktivitasnya pada Jumat (16/10/2026), Anggota DPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan Maluku, Saadiah Uluputty, menghadiri undangan Musyawarah Besar (Mubes) IV Majelis Latupati Provinsi Maluku yang berlangsung di Baeleo Oikumene, Ambon, Provinsi Maluku.
⠀
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Bupati Maluku Tengah, Wali Kota Ambon yang diwakili oleh Sekretaris Kota Ambon, serta jajaran Latupati dan para pemangku adat dari berbagai negeri di Maluku.
⠀
Mubes IV Majelis Latupati menjadi momentum penting bagi para raja dan pemimpin adat untuk memperkuat peran kelembagaan adat sekaligus menentukan kepemimpinan organisasi untuk masa bakti berikutnya. Forum ini juga menjadi ruang untuk membahas gagasan strategis dalam menjaga keberlanjutan adat istiadat, memperkuat persatuan masyarakat, dan mendorong kemajuan Maluku.
⠀
Saadiah menilai keberadaan Majelis Latupati memiliki arti penting dalam kehidupan masyarakat Maluku. Para raja dan pemangku adat bukan hanya penjaga tradisi dan warisan leluhur, tetapi juga memiliki peran strategis dalam merawat hubungan sosial, membangun kebersamaan, serta menjaga kedamaian di tengah masyarakat.
⠀
Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti Pela Gandong dan falsafah Siwalima merupakan kekuatan sosial yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menjaga keutuhan masyarakat Maluku yang hidup dalam keberagaman.
⠀
“Musyawarah ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan, merawat nilai-nilai adat, dan merumuskan gagasan bagi kemajuan Maluku. Para raja dan pemangku adat memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial serta memastikan nilai-nilai luhur masyarakat tetap hidup di tengah perubahan zaman,” demikian harapan Saadiah.
⠀
Ia juga berharap pelaksanaan Mubes IV berlangsung dalam suasana kekeluargaan dengan menjunjung tinggi persaudaraan, kebersamaan, dan semangat musyawarah. Perbedaan pandangan hendaknya menjadi kekuatan untuk melahirkan keputusan terbaik bagi keberlangsungan lembaga adat dan kepentingan masyarakat luas.
⠀
Lebih lanjut, Saadiah berharap kepengurusan Majelis Latupati yang terpilih nantinya merupakan sosok-sosok yang amanah, memiliki komitmen kuat, serta mampu mengemban tanggung jawab sebagai pemangku adat dan penjaga harmoni sosial di negeri masing-masing.
⠀
Kepengurusan baru juga diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan program yang relevan dengan tantangan masyarakat saat ini, mulai dari pelestarian budaya, penguatan kelembagaan adat, penyelesaian persoalan sosial melalui pendekatan kearifan lokal, hingga membangun sinergi dengan pemerintah dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
⠀
Bagi Saadiah, penguatan lembaga adat harus berjalan seiring dengan upaya pembangunan daerah. Adat dan pemerintah dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas, memperkuat ketahanan sosial, serta memastikan pembangunan tetap berpijak pada identitas dan nilai-nilai masyarakat Maluku.
⠀
Ia berharap Majelis Latupati terus menjadi ruang pemersatu yang mampu merawat persaudaraan antarnegeri, menjaga kedamaian, dan memberikan kontribusi nyata bagi masa depan Maluku.
⠀
“Semoga dari musyawarah ini lahir kepengurusan yang amanah, solid, dan mampu bekerja bersama seluruh pemangku adat. Kita berharap Majelis Latupati semakin kuat dalam menjaga persaudaraan, melestarikan budaya, serta berkontribusi bagi kemajuan Maluku dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Saadiah.
⠀
Melalui momentum Mubes IV ini, semangat persatuan dan kearifan lokal diharapkan semakin mengakar, menjadikan adat bukan hanya warisan masa lalu, melainkan kekuatan sosial yang terus relevan dalam membangun Maluku yang damai, bermartabat, dan sejahtera.