Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Nevi Zuairina Dorong Penguatan Pengawasan Perdagangan Satwa Liar dan Perlindungan Keanekaragaman Hayati Maluku

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Ambon (15/10) — Anggota Komisi IV DPR RI, Nevi Zuairina, menyampaikan pentingnya penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi, khususnya di wilayah Provinsi Maluku.

Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku.

Menurut Nevi, Maluku memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat berharga, termasuk berbagai jenis burung endemik seperti kakatua maluku, nuri, dan kasturi. Namun, kekayaan tersebut menghadapi ancaman serius akibat perburuan dan perdagangan satwa secara ilegal.

“Maluku merupakan salah satu wilayah penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Kita tidak boleh membiarkan kekayaan alam yang menjadi warisan generasi mendatang terus terancam akibat praktik perdagangan ilegal satwa dilindungi,” ujar Nevi.

Politisi perempuan asal Sumatera Barat tersebut menyoroti kerawanan jalur transportasi laut yang kerap dimanfaatkan untuk menyelundupkan satwa dari Maluku maupun wilayah sekitarnya menuju daerah lain.

Legislator PKS ini mendorong peningkatan koordinasi antara BKSDA, aparat penegak hukum, otoritas pelabuhan, karantina, dan perusahaan pelayaran guna memperketat pengawasan.

Selain itu, ia menekankan perlunya optimalisasi teknologi pengawasan, patroli terpadu, serta penguatan fasilitas penyelamatan dan rehabilitasi satwa hasil sitaan.

“Pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari habitat asal, jalur distribusi, hingga perdagangan melalui platform digital. Penegakan hukum harus memberikan efek jera kepada pelaku,” tegasnya.

Baca Juga: Banjir Kembali Landa Sumatera Barat, Nevi Zuairina Desak Penanganan Komprehensif

Nevi juga mengingatkan bahwa upaya konservasi memerlukan keterlibatan aktif masyarakat melalui pendidikan lingkungan, pemberdayaan ekonomi alternatif, serta peningkatan kesadaran untuk tidak memperjualbelikan satwa dilindungi.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat dukungan anggaran, sumber daya manusia, serta sarana konservasi di Maluku.

“Menjaga satwa liar berarti menjaga keseimbangan ekosistem dan masa depan lingkungan Indonesia. Konservasi harus menjadi tanggung jawab bersama,” pungkas Nevi Zuairina.