Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Tiga Tahun Eskalasi Genosida di Gaza, Sohibul Iman Desak Pemerintah Indonesia Lebih Konkret Bantu Palestina

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (08/10) — Ketua Majelis Syuro PKS, Moh. Sohibul Iman, menegaskan bahwa genosida di Gaza dan penderitaan rakyat Palestina tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan tiga tahun terakhir sejak peristiwa 7 Oktober 2023. Menurutnya, kekerasan yang terjadi merupakan bagian dari sejarah panjang penindasan terhadap rakyat Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Hal tersebut disampaikan Sohibul Iman dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna ke-10 DPR RI Penutupan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027, Kamis (08/10), di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Sohibul Iman menyoroti tiga tahun sejak peristiwa 7 Oktober 2023 yang diikuti eskalasi kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas penderitaan masyarakat Palestina yang hingga kini belum menemukan penyelesaian.

“Kemarin tanggal 7 Oktober itu genap tiga tahun sejak peristiwa Tufan Al-Aqsa. Sejak itu memang kemudian terjadi kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh Israel yang memang derajatnya sudah pada tingkat genosida, dan sampai hari ini saya kira ini masih terus berlangsung,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat XI tersebut.

Namun, Sohibul Iman mengingatkan bahwa persoalan Palestina memiliki akar sejarah yang jauh lebih panjang. Karena itu, penyelesaian konflik tidak boleh hanya berfokus pada eskalasi kekerasan dalam tiga tahun terakhir, tetapi juga harus memperhatikan penindasan yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

“Kita harus sadari bahwa persoalan Palestina ini bukan hanya persoalan tiga tahun terakhir ini, tetapi ini adalah persoalan yang sudah berlangsung sangat lama. Melihat Palestina ini harus melihat sejarah yang sangat panjang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sohibul Iman menekankan bahwa penghentian kekerasan dan penyelesaian persoalan Palestina merupakan tanggung jawab bersama masyarakat internasional. Ia menyerukan keterlibatan seluruh bangsa dan negara untuk mengambil langkah nyata dalam mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.

“Ini menjadi tanggung jawab seluruh umat manusia, termasuk juga negara-negara, untuk bagaimana kita bisa menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.

Secara khusus, Sohibul Iman meminta pemerintah Indonesia meningkatkan peran diplomasi dan mengambil langkah yang lebih proaktif serta konkret dalam membantu penyelesaian persoalan Palestina.

“Kita harus bahu-membahu untuk menyelesaikan. Terutama untuk pemerintah Indonesia, kita harus lebih konkret lagi bagaimana membantu teman-teman di Palestina supaya mereka meraih kemerdekaannya,” pungkasnya.