Jakarta (07/10) — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Daerah Pemilihan (Dapil) NTB II, Abdul Hadi, menerima kunjungan kerja dan konsultasi dari Panitia Khusus (Pansus) 1 DPRD Kabupaten Lombok Tengah bersama jajaran Pemkab dan PDAM Lombok Tengah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026). Pertemuan ini membahas percepatan Raperda Penyertaan Modal PDAM, rencana hibah Pemerintah Pusat atas SPAM Mandalika, hingga percepatan proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cendrawasih/Cerorong Danau Biru.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi keaktifan rekan-rekan Pansus 1 DPRD Lombok Tengah beserta jajaran Asisten Daerah dan Direktur PDAM Lombok Tengah yang hadir langsung mengawal infrastruktur dasar air minum. Pasokan air bersih merupakan kebutuhan vital bagi sekitar 20 ribu KK di wilayah Pringgarata, Praya Barat, Praya Barat Daya, dan Jonggat, sekaligus penopang utama keberlanjutan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,” ungkap Abdul Hadi usai pertemuan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Merespons berbagai catatan teknis dari lapangan, legislator asal Pulau Lombok ini menekankan pentingnya pemenuhan kesiapan dokumen pendukung (Readiness Criteria) agar pengajuan bantuan dan hibah dari Pemerintah Pusat dapat terealisasi tanpa kendala.
“Agar proses hibah SPAM Mandalika serta pengusulan pembangunan IPA ke pusat berjalan lancar, kami mendorong Pemkab dan DPRD Lombok Tengah untuk segera menuntaskan seluruh pemenuhan Readiness Criteria (RC). Komitmen bersama ini sangat penting untuk memastikan legalitas dan skema hibah berjalan transparan serta akuntabel,” jelas Abdul Hadi.
Menutup keterangannya, Abdul Hadi menegaskan komitmen Komisi V DPR RI untuk mengawal aspirasi tersebut ke kementerian mitra kerja terkait.
“Komisi V DPR RI berkomitmen penuh untuk mengawal dan mengoordinasikan poin-poin ini bersama Kementerian PU dan kementerian terkait lainnya agar percepatan hibah SPAM Mandalika serta realisasi IPA Cerorong Danau Biru segera terwujud demi kesejahteraan warga Lombok Tengah,” pungkasnya.