Jakarta (06/10) — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono, menekankan pembangunan kawasan Pantai Utara Jawa melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) atau BOP Pantura harus dilaksanakan secara terintegrasi dan komprehensif dengan memadukan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
Hal tersebut disampaikan Riyono dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-9 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (06/10).
Riyono menilai pembangunan Pantura tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pemerintah harus memperhitungkan keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus memastikan masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan dari laut tidak tersisih dari pembangunan.
“BOP Pantura adalah salah satu proyek strategis nasional yang kita berharap dilaksanakan secara integratif dan komprehensif karena menyangkut, pertama, kawasan lingkungan di wilayah pesisir. Kedua, menyangkut masalah SDM, terutama nelayan yang ada di masyarakat pesisir,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VII tersebut.
Ia menegaskan, besarnya skala investasi pembangunan Pantura harus sebanding dengan manfaat yang diterima masyarakat pesisir. Karena itu, nelayan harus ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama, bersamaan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Proyek senilai hampir Rp1.600 triliun ini harus memadukan antara kepentingan lingkungan dan kepentingan kesejahteraan nelayan kita. Nelayan merupakan prioritas utama, dan lingkungan di kawasan Pantura juga harus menjadi perhatian,” tegas Riyono.
Selain aspek kesejahteraan, Riyono mengingatkan Pantura merupakan kawasan yang rentan terhadap banjir rob. Karena itu, proyek berskala besar tersebut membutuhkan perencanaan jangka panjang yang matang dan kesungguhan pemerintah agar mampu memberikan perlindungan berkelanjutan bagi kawasan pesisir.
“Kawasan Pantura sangat rentan terhadap kenaikan banjir rob. Maka kita berharap kesungguhan pemerintah dalam melaksanakan BOP Pantura ini dengan kesiapan jangka panjang yang bagus,” pungkasnya.