Jakarta (29/09) — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Hendry Munief dari Dapil Riau I, menyoroti potensi pengembangan kawasan industri terpadu sekaligus mendorong penguatan potensi pariwisata berbasis masyarakat di daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-7 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027, Selasa (29/09), di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam kunjungan kerja Panja RUU Kawasan Industri ke Serang, Banten, Hendry bersama Komisi VII DPR RI mengunjungi kawasan industri terpadu Wilmar. Ia menilai kawasan dengan luas sekitar 735 hektare tersebut menunjukkan potensi integrasi berbagai sektor industri dalam satu kawasan.
“Kawasan ini terdiri dari lahan yang cukup luas, ada 735 hektare dan kawasan ini sangat luar biasa karena terpadu dengan berbagai tenant dari perusahaan industri yang ada. Di situ sudah ada industri pengolahan CPO, kemudian menjadi margarin, minyak goreng, juga untuk B50 sebagai energi,” ujar Anggota DPR RI Dapil Riau I tersebut.
Menurut Hendry, kawasan industri terpadu juga memiliki potensi pengembangan yang lebih luas karena terintegrasi dengan sektor pendukung lainnya, seperti pariwisata, perumahan, dan perhotelan. Hal tersebut menjadi salah satu bahan yang dapat dipelajari dalam pembahasan RUU Kawasan Industri.
Di sisi lain, Hendry turut menyampaikan potensi pariwisata berbasis masyarakat di daerah pemilihannya, yakni Desa Wisata Kampung Patin di Provinsi Riau. Ia mengatakan komunitas Kampung Patin telah konsisten menggelar Festival Kampung Patin selama empat tahun berturut-turut.
Hendry kemudian menghubungi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana untuk menyampaikan aspirasi komunitas tersebut. Ia juga mendorong Festival Kampung Patin masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
“Kita mengusulkan Festival Kampung Patin yang ada di Provinsi Riau ini sebagai satu desa wisata untuk masuk ke dalam Karisma Event Nusantara. Mudah-mudahan ini disetujui oleh pihak Kementerian dan mudah-mudahan tanggal 20 dan 21 November nanti Bu Menteri Pariwisata bisa hadir ke Provinsi Riau,” ujar Hendry.
Ia berharap pengusulan tersebut dapat membuka ruang lebih besar bagi Kampung Patin untuk dikenal sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal di Provinsi Riau.