
Kabupaten Bone (12/02) — Dalam rangka memperkuat upaya pengamanan produksi tanaman pangan dan mendorong pencapaian swasembada pangan nasional, Anggota DPR RI, Komisi IV, Andi Akmal Pasluddin, secara proaktif berpartisipasi dalam seminar pertanian yang berfokus pada strategi pengamanan produksi tanaman pangan bagi kelompok tani di Kabupaten Bone.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi erat antara Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Pertanian RI.
Dalam seminar tersebut, Andi Akmal menyampaikan pentingnya meningkatkan produksi padi dan jagung sebagai komoditas utama dalam agenda ketahanan pangan.
Akmal menekankan bahwa target produksi yang telah ditetapkan harus dicapai untuk mengurangi ketergantungan impor dan mendukung swasembada pangan.
Politisi PKS ini juga menggarisbawahi dua aspek krusial dalam pembangunan sektor pertanian yaitu peningkatan produksi dan harga komoditas pertanian.
“Perlunya peningkatan produktivitas per hektar tanah untuk memperkuat kesejahteraan petani serta peningkatan harga jual komoditas pertanian, yang merupakan langkah strategis dalam memajukan sektor pertanian,” tegas Akmal.
Lebih lanjut, Legislator PKS Asal Sulsel II ini memaparkan tentang peningkatan harga dasar gabah kering panen dan jagung yang telah berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani.
“Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak lagi peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Putra Asli Kelahiran BONE ini juga menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap struktur pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan kelautan sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pengalaman dan latar belakang sebagai petani selama sepuluh tahun, Dr. Andi Akmal Pasluddin berbagi tentang dedikasinya untuk memajukan sektor pertanian.
“Saya berkomitmen untuk menghadirkan inovasi dan modernisasi di sektor pertanian, termasuk modernisasi peralatan pertanian dan peningkatan efisiensi proses pascapanen,” pungkasnya.
Salah satu contoh kemajuan yang dibahas adalah bantuan pengeringan gabah yang telah meningkatkan nilai jual gabah, mendorong penjualan gabah menjadi beras premium atau medium.
“Inisiatif ini telah memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani di Kabupaten Bone,” tegas Akmal.
Andi Akmal Pasluddin juga menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan, untuk memfasilitasi distribusi hasil pertanian.
“Alokasi dana sebesar 50 miliar rupiah untuk perbaikan infrastruktur di Kabupaten Bone adalah langkah penting dalam mendukung konektivitas antar wilayah,” tandasnya.
Terakhir, Andi Akmal Pasluddin menekankan peran generasi muda dalam pengembangan sektor pertanian.
“Saya erharap generasi milenial dapat terlibat aktif dalam bisnis agribisnis dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi serta distribusi produk pertanian,” ujarnya.
Keseluruhan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada kelompok tani dan memperkuat upaya Kabupaten Bone dalam menjadi salah satu daerah penting dalam mencapai swasembada pangan nasional.
“Inovasi, modernisasi, dan kolaborasi lintas generasi menjadi kunci dalam mengembangkan sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tutup Akmal.