Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Kunjungan Perempuan PKS Bekasi, Diah Nurwitasari: Masyarakat Harus Peduli Calon DPR

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (16/11) — Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PKS Diah Nurwitasari menerima kunjungan silaturahmi perempuan PKS Bekasi membahas geopolitik Indonesia yang berlangsung pada Rabu (16/11).

Kunjungan yang dilaksanakan di Ruang Meeting Fraksi PKS pada Rabu, 16 November 2022 tersebut dihadiri oleh 16 kader perempuan PKS Bekasi yang didampingi langsung oleh Diah Nurwitasari.

Silaturahmi tersebut berlangsung dengan dialog interaktif dan perbincangan hangat antara Diah dan kader Perempuan PKS Bekasi.

Diah mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Perempuan PKS Bekasi atas semangat, kesadaran dan kepeduliannya terhadap politik Indonesia.

“Masya Allah, terima kasih telah datang, saya pribadi sangat senang karena ibu-ibu kita di sini tidak hanya sibuk urusan ibu-ibu pada umumnya tapi juga bahkan tentang semangat akan isu politik,” katanya.

Di tengah dialog tersebut, Diah menyebutkan masyarakat Indonesia yang menurutnya masih kurang atas kepeduliannya terhadap calon DPR RI.

“Untuk masyarakat kita, penelitian menunjukkan 72% peduli siapa capres, kemudian siapa calon kabupaten, dan hanya 2,2% yang peduli siapa itu calon DPR RI, jadi masyarakat hanya peduli capres kemudian kabupaten dan tapi kurang peduli terhadap siapa calon DPR RI,” ujarnya.

Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKS ini menyebutkan pentingnya kesadaran masyarakat bahwa kualitas calon presiden berawal dari konsentrasi masyarakat pada DPR RI.

“Syarat mengajukan calon presiden itu berada pada jumlah kursi DPR RI. Mitra Presiden adalah DPR RI, seorang capres akan berdaya, mampu menjalankan semua program dan janji kampanyenya manakala ia didukung oleh kekuatan di DPR,” jelasnya.

“Sebagai masyarakat yang cerdas, kita harus benar-benar memperhatikan calon pemimpin kita, kaji program-program nya bagaimana, apakah relevan dengan program 5 tahun kedepannya, kita harus benar-benar selektif agar kita bisa mendapatkan pemimpin yang kita harapkan,” sambungnya.