Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Tingkatkan Kesejahteraan Pembudidaya Ikan Nila, Andi Akmal Salurkan Bantuan Sistem Bioflok

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Kabupaten Bone (14/01) — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat pembudidaya ikan yang merupakan konstituen tanggung jawabnya sebagai legislator di dapilnya, mengupayakan advokasi bantuan dari pemerintah berupa sarana dan prasarana budidaya di lahan sempit berupa bioflok.

Sebanyak empat Kelompok Pembudidaya Ikan Kecil (Pokdakan) di empat desa di Kabupaten Bone mendapatkan bantuan Sarana Prasarana Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar.

“Bioflok adalah teknik budidaya ikan dengan bantuan bakteri baik. Nilai bantuan setiap kelompok yang berasal dari Kementerian Kelautan dan perikanan ini cukup besar, yakni setiap kelompok mendapatkan bantuan senilai Rp 183 juta lebih. Untuk itu, semua bantuan ini mesti dimanfaatkan secara maksimal sehingga meningkat semakin berkembang dan ini semua dapat terwujud manakala ada saling tanggung jawab yang menyertai di setiap kelompok,” jelas Andi Akmal.

Bantuan ini tidak lepas dari peran Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Andi Akmal Pasluddin (AAP) yang memperjuangkan di Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh AAP kepada Pokdakan secara simbolik didampingi juga oleh aparat dari KKP di yang dipusatkan di Desa Lampoko Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone dan diterima langsung ketua Pokdakan masing-masing desa.

Politisi senior PKS Sulawesi Selatan ini menguraikan bahwa bantuan tersebut diserahkan kepada empat kelompok di empat desa di Bone, yakni Desa Lampoko, Desa Kajaolalliddong Kecamatan Barebbo, Desa Lamuru Kecamatan Tellu Siattinge, dan Desa Bulie Kecamatan Sibulue.

“Total bantuan Rp 700 juta lebih untuk empat kelompok. Tentunya harapan kami dengan bantuan ini bisa meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Olehnya, tahun depan kami usahakan program ini bisa tersentuh ke banyak desa di Kabupaten Bone,” kata Akmal.

Andi Akmal melanjutkan dengan budidaya ikan nila sistem bioflok ini banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Selain modalnya minim, pemeliharaan murah tidak membutuhkan lokasi yang luas dan sangat menguntungkan sehingga cocok untuk dikembangkan di pekarangan sempit.

“Setiap kolam ikan kapasitasnya bisa sampai 1.500 ekor. Dan setiap kolam itu sesuai uji praktek dilapangan bisa beromset minimal Rp 8 juta sekali panen per kolam,” tutup pria kelahiran Bone ini.